Showing posts with label visi misi. Show all posts

Model - Model Perencanaan Strategi Berdasarkan Pengalaman Praktis

0 comments

Masa depan adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi dengan pasti. Bagi organisasi, ketidakpastian adalah suatu risiko yang harus dikelola dengan baik. Oleh karena itulah, penting bagi suatu organisasi untuk membuat perencanaan strategi agar bisa tetap “eksis” di dunia bisnis yang digelutinya. Pada hakekatnya, organisasi ingin mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di masa depan. Sifat perencanaan strategi yang terstruktur, holistik dan jangka panjang akan lebih mempermudah perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan. Perencanaan strategi menurut McNamara (1999) adalah penetapan arah akan kemana suatu organisasi pada tahun mendatang dan tahun-tahun selanjutnya menuju, disertai dengan penetapan cara bagaimana organisasi tersebut akan sampai ke tujuan dimaksud.
Secara umum, terdapat banyak perbedaan pandangan dari para pakar terkait dengan elemen utama kegiatan perencanaan strategi. Selain itu, juga terdapat perbedaan urutan dalam proses perencanaan strategi. Perbedaan pandangan itulah yang pada akhirnya memunculkan beberapa model terkait dengan perencanaan strategi. Menyikapi hal tersebut, pendekatan “benar-salah” akan tidak tepat digunakan dalam melihat model-model perencanaan strategi yang ada. Akan lebih bijaksana apabila kita melihat perencanaan strategi sebagai suatu proses yang dinamis dan fleksibel, sehingga adanya perbedaan pandangan merupakan sebuah kewajaran. Walaupun demikian, menurut McNamara (1999) setidaknya ada tiga elemen utama yang harus ada dalam perencanaan strategi, yaitu: strategic analysis (analisis/kajian strategi); setting strategic direction (penetapan arah-tujuan strategi); dan action plan (rencana tindakan).
Strategic analysis (analisis/kajian strategi) merupakan kegiatan terkait dengan pengamatan terhadap lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi mencakup lingkungan luar (eksternal) dan lingkungan di dalam organisasi (internal). Lingkungan luar (eksternal) meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Sedangkan lingkungan dalam (internal) secara umum terkait dengan aktivitas ataupun sumberdaya yang ada dalam organisasi. Adapun salah satu alat (instrumen) yang sering digunakan untuk melakukan analisis strategi adalah Analisis SWOT. Dengan analisis ini, maka akan dipetakan strength (kekuatan-keunggulan), weaknesses (kelemahan-kekurangan), opportunities (peluang-kesempatan), dan threat (ancaman-rintangan). Output akhir dari analisis SWOT ini adalah beberapa alternatif strategi yang dapat dipilih oleh organisasi.
Setting strategic direction (penetapan arah-tujuan strategi) merupakan kegiatan merumuskan ataupun menelaah kembali arah-tujuan organisasi yang tertuang dalam visi, misi dan nilai organisasi. Visi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan organisasi yang diharapkan terwujud di masa depan. Secara mudahnya, visi adalah untuk menunjukkan “kita ingin menjadi apa” untuk ke depannya. Kesamaan visi akan mendorong pada penciptaan suatu kerjasama seluruh anggota organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kesepahaman visi juga akan menyadarkan seluruh anggota terkait dengan peluang dan tantangan organisasi yang akan dihadapi. Adapun misi adalah turunan dari visi, dimana misi adalah suatu penjabaran dari hal-hal apa saja yang dilakukan agar visi tersebut dapat diwujudkan. Misi juga menjabarkan alasan keberadaan organisasi dan apa yang dilakukan oleh organisasi. Visi dan misi hendaknya juga merupakan komitmen seluruh anggota organisasi dari mulai level pimpinan sampai dengan bawahan. Adapun nilai organisasi adalah tuntunan ataupun pedoman tingkah laku dalam melaksanakan aktivitas organisasi untuk mencapai visi dan misi yang diharapkan.
Action plan (rencana aksi) menurut McNamara (1999) merupakan penjabaran bagaimana tujuan-tujuan strategi akan dicapai, serta sasaran-sasaran apa yang saja ditetapkan. Sasaran-sasaran tersebut akan dijabarkan lebih kecil, sempit atau terbatas. Rencana aksi juga mencakup penetapan tanggung jawab dan batas waktu. Selain itu, di dalam rencana aksi juga berisi metode untuk memonitor (memantau) dan mengevaluasi pelaksanaan rencana aksi. Rencana aksi juga terkadang dapat berisi rencana (program) bagi setiap bagian (unit, departemen, seksi). Selain itu, rencana aksi juga dapat berisi perencanaan anggaran untuk setiap program.
Berikut ini disajikan beberapa model perencanaan strategi yang ada berdasarkan pengalaman praktis. Masih banyak model-model perencanaan strategi yang lain. Namun demikian, diharapkan beberapa model di bawah ini dapat memberikan gambaran terkait dengan perencanaan strategi. Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas ataupun ada yang ingin dikonsultasikan terkait dengan model perencanaan strategi yang cocok untuk diterapkan di organisasi atau perusahaan Anda, silahkan hubungi kami. Konsultan Magnatransforma dengan senang hati akan melayani Anda. Terimakasih.

1. Model Perencanaan Strategi Berbasis Skenario Perencanaan


2. Model Perencanaan Strategi Berbasis Penyelarasan Visi, Misi dan Sasaran Organisasi


3. Model Perencanaan Strategi Berbasis Permasalahan/Tantangan Utama Organisasi


4. Model Perencanaan Strategi Berbasis Faktor Kunci Keberhasilan (Key Success Factors)


5. Model Perencanaan Strategi Berbasis Tupoksi (umumnya digunakan oleh pemerintahan)



Cara Meningkatkan kepuasan pelanggan bisa dilakukan dengan media digital marketing yakni dengan cara bekerjasama dengan website lain sebagai mitra pembangun brand awareness, caranya adalah ajak mitra tersebut untuk membuat artikel yang berhubungan dengan bisnis, produk atau jasa yang kita ajukan kepada para pelanggan, tentu artikel tersebut haruslah memuat berita-berita atau informasi positif mengenai produk, jasa, dan bisnis yang kita kembangkan. Dengan demikian, pelanggan akan membaca artikel tersebut di internet dan membagikan nya kepada orang lain melalui jejaring sosial media dengan harapan akan meningkatkan influence atau pengaruh kepuasan pelanggan setelah membaca artikel tersebut. Salah satu website yang kami rekomendasikan untuk dijadikan mitra sebagai guest blog adalah artikelbacklink, anda bisa mengunjungi website tersebut di link berikut www.artikelbacklink.cf .

khusus untuk website www.artikelbacklink.cf adalah website khusus yang dibuat sebagai penempatan artikel backlink sebagai teknik SEO Offpage. artikel yang ada di website www.artikelbacklink.cfmengandung anchor text yang mengarah ke website lain, dan ini berarti tujuannya adalah lebih mempromosikan konten yang berhubungan dengan anchor text pada website yang dituju, contoh misalkan website tersebut membahas tentang pertanian, maka artikel pada website ini ada yang membahas tentang pertanian, dan ada beberapa keyword yang dijadikan anchor text yang mengarah ke website tersebut. artikel backlink adalah website sharing informasi artikel dan backlink placement 2018.














Penulis : Northa Idaman, SP, MM.



Read More »

Pemimpin yang Menentukan Arah Organisasi

0 comments
“Action without vision is only passing time, vision without action is merely day dreaming, but vision with action can change the world” – Neslon Mandela



Membaca quotes dari Nelson Mandela di atas menegaskan bahwa visi adalah hal yang sama penting dengan eksekusi tindakan untuk mencapai tujuan organisasi. Dari quotes di atas pula menegaskan bahwa setiap organisasi atau kelompok memerlukan visi agar tindakan yang dilakukan tidak sia – sia. Namun apakah yang dimaksud dengan visi tersebut? Kemudian siapakah yang bertanggung jawab untuk menentukan visi dari sebuah organisasi atau kelompok ?
Sebelum membahas seberapa penting visi pemimpin dalam organisasi, berikut ini pengertian tentang visi, misi, strategi, dan pemimpin :
  1. • Visi berasal dari kata vision yang dalam bahasa inggris berarti penglihatan. Dapat diartikan pula bahwa visi adalah pandangan keadaan ideal yang ingin dicapai di masa depan oleh sebuah organisasi.
  2. • Misi menjelaskan alasan keberadaan organisasi dan menjelaskan apa yang akan dilakukan organisasi guna mendukung tercapainya tujuan organisasi.
  3. • Strategi menjelaskan cara yang dipilih oleh organisasi dalam melaksanakan misi organisasi guna mendukung pencapaian visi organisasi.
  4. • Pemimpin adalah seseorang yang dapat menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi memerlukan visi dan misi, dan pemimpinlah yang bertugas untuk menentukan arah tujuan organisasi. Karena tanpa adanya pembentukan visi dari pemimpin, organisasi menjadi tidak terarah. Selain itu misi organisasi juga tidak terarah dan strategi organisasi tidak ada, kemudian control kegiatan operasional tidak berjalan dengan baik.
Sebagai contoh, bank XYZ mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
  1. Visi
  2. “Menjadi bank yang terbaik di Indonesia”

  3. Misi
  4. • Memberikan pelayanan prima
  5. • Memberikan keuntungan maksimal kepada seluruh stakeholder
Dari contoh diatas, bank XYZ mempunyai tujuan untuk menjadi bank yang terbaik dan terunggul di Indonesia dengan cara memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh nasabah dan memberikan keuntungan yang maksimal kepada seluruh nasabah. Dengan adanya visi dan misi pada bank XYZ, maka dapat ditentukan strategi yang akan dipilih untuk mencapai visi dan misi tersebut. Dalam organisasi akan selalu ada kegiatan pengawasan dalam melakukan kegiatan operasional. Kemudian bank XYZ juga akan terus melakukan perbaikan dalam meningkatkan pelayanan baik kepada nasabah maupun kepada pihak lain. Namun apabila Bank XYZ tidak memiliki visi, kegiatan operasional bank akan tidak terkontrol, tidak akan ada kegiatan perbaikan dalam pelayanan.

Gambar 1.0

Dari gambar 1.0 menggambarkan bahwa strategi perlu dikembangkan berdasarkan visi dan misi perusahaan yang telah ditentukan. Disinilah peranan pemimpin dalam organisasi sangat diperlukan. Dalam arti, sebuah organisasi sangat membutuhkan pemimpin yang visioner. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memikirkan keadaan ideal bagi organisasi di masa depan sebelum orang lain memikirkannya.
Visi, misi, serta strategi sangat berkaitan erat dengan evektifitas pemimpin. Oleh karena itulah sebuah organisasi menjabarkan tujuan organisasinya. Dan karena tujuan itu pula seorang pemimpin membawa organisasi dan menggerakkan tim dalam organisasinya untuk mencapai tujuan organisasi. Karena tanpa adanya visi, misi dan strategi organisasi menjadi tidak terarah. pemimpin yang tidak dapat menentukan visi organisasi diibaratkan sebagai seorang pilot yang membawa penumpang tanpa mengetahui kemana tujuan pesawat tersebut.













Penulis: Indah Ayu Permatasari



Read More »

EVALUASI VISI DAN MISI ORGANISASI

0 comments

Visi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan organisasi yang diharapkan terwujud di masa depan. Secara mudahnya, visi adalah untuk menunjukkan “kita ingin menjadi apa” untuk ke depannya. Kesamaan visi akan mendorong pada penciptaan suatu kerjasama seluruh anggota organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kesepahaman visi juga akan menyadarkan seluruh anggota terkait dengan peluang dan tantangan organisasi yang akan dihadapi. Adapun misi adalah turunan dari visi , dimana misi adalah suatu penjabaran dari hal-hal apa saja yang dilakukan agar visi tersebut dapat diwujudkan. Misi juga menjabarkan alasan keberadaan organisasi dan apa yang dilakukan oleh organisasi. Visi dan misi hendaknya juga merupakan komitmen seluruh anggota organisasi dari mulai level pimpinan sampai dengan bawahan. Visi dan misi merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi organisasi. Perubahan dalam visi dan misi pada hakekatnya akan mengarah langsung pada organisasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan visi dan misi adalah sumber dari pembentukan nilai-nilai perusahaan serta akan menjadi pondasi dasar dalam menentukan strategi terpilih.

Selanjutnya, evaluasi visi dan misi organisasi? Hal-hal apa sajakah yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi visi dan ada pertanyaan menarik. Apakah visi dan misi organisai perlu dievaluasi? Alasan apakah yang mendasari perlunya misi organisasi? Terakhir, apa saja yang diharapkan dari adanya evaluasi dari visi dan misi organisasi.

Visi dan misi sangatlah perlu untuk dievaluasi. Mengapa demikian? Ada satu kata kunci yang dapat menjawab pertanyaan tersebut, yaitu “perubahan”. Perubahan dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang berubah, beralih atau terjadi pertukaran. Dalam konteks manajemen, perubahan dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana terjadi tekanan yang membuat organisasi harus memiliki cara lain untuk menentukan arah, struktur, kapabilitas maupun strategi untuk melanjutkan aktivitasnya. Perubahan merupakan sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itulah, adanya penyesuaian organisasi terhadap perubahan merupakan suatu hal yang mutlak. Ada beberapa sumber yang dapat menyebabkan perubahan, antara lain persaingan, regulasi, konsumen, teknologi, ekonomi, siklus hidup organisasi, akuisisi dan merger.

Sebagai contoh, marilah kita simak ilustrasi tentang PT ABC yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi yang melayani sambungan telepon. 


Visi PT ABC
“Menjadi yang terdepan dalam jasa layanan sambungan telepon di dalam negeri”

Misi PT ABC

1. Menyediakan jasa sambungan telepon yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia
2. Menyediakan jaringan sambungan telepon yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia
3. Membangun sumberdaya manusia yang handal dan berkompeten di bidang jasa layanan   sambungan telepon.


Visi dan misi PT ABC di atas tentu saja masih relevan sampai akhir tahun 90-an. Namun demikian seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi telekomunikasi, teknologi sambungan telepon telah mengalami perkembangan. Perkembangan di awal tahun 2000-an adalah mulai pesatnya pergeseran teknologi telepon, dari statis (diam) ke mobile (bergerak). Sampai dengan tahun 2015 saat ini, teknologi telekomunikasi pun lebih pesat lagi dan mengarah pada penggunaan yang user-mobile serta berbasis pada layanan data dan internet.

Apabila melihat ilustrasi di atas, apakah visi dan misi PT ABC masih relevan dengan perkembangan saat ini? Konsekuensi apa saja yang didapatkan apabila PT ABC tidak melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang ada saat ini? Melihat ilustrasi di atas, tentu saja kita dengan sangat jelas dapat menyimpulkan bahwa visi dan misi PT ABC sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan saat ini. Visi dan misi merupakan pondasi dasar suatu organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, sehingga Konsekuensi yang akan didapat tentu saja PT ABC akan sulit bersaing dalam industri. Hal ini dikarenakan jasa sambungan telepon statis sudah “ketinggalan zaman”, dimana orang-orang kini sudah lebih banyak yang menggunakan jasa telekomunikasi yang berbasis layanan data dan internet yang user-mobile. Para pesaing pun sudah mulai bertransformasi menjadi perusahaan jasa telekomunikasi yang berbasis pada layanan data dan internet provider. Valuasi PT ABC pun akan semakin terancam apabila tidak melakukan suatu perubahan.

Katakanlah PT ABC tetap ingin merubah visi dan misi organisasinya untuk bersaing di bidang jasa telekomunikasi. Bagaimanakah langkah yang harus dilakukan untuk mengevaluasi visi dan misi? Maka, hal yang perlu dilakukan oleh PT ABC adalah melakukan industry foresight atau pandangan ke depan tentang posisinya bila dibandingkan dengan arah industri jasa telekomunikasi. Analisa tersebut dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan tabel di bawah ini.

Tabel Analisis Faktor Kunci Bisnis, Posisi Saat ini PT ABC dan Arah Industri (Masa Depan)

Berdasarkan tabel di atas, maka visi dan misi dapat dievaluasi berdasarkan arah perkembangan industri jasa telekomunikasi untuk ke depannya. Beberapa faktor kunci yang harus diperhatikan antara lain bisnis dan produk, pasar, kapabilitas organisasi, kultur organisasi, kompetensi serta struktur organisasi. Secara umum dapat dibandingkan bahwa saat ini PT ABC memiliki bisnis ataupun produk jasa layanan sambungan telepon statis, sedangkan industri sendiri bergerak ke arah jasa telekomunikasi berbasis layanan data dan internet serta user-mobile. Pasar yang dilayani oleh PT ABC adalah rumah tangga dan perkantoran, sedangkan industri ke depannya akan lebih berorientasi pada individu yang bergerak/dinamis (mobile). Kapabilitas organisasi saat ini untuk PT ABC adalah jaringan sambungan telepon yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia, sedangkan industri ke depannya lebih kepada luasnya jaringan data dan internet yang tersebar luas ke seluruh Indonesia. Secara kultur organisasi, saat ini PT ABC memiliki kultur birokrasi. Hal ini menyebabkan organisasi kurang inovatif, layanan prima tidak diutamakan serta tidak berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Sedangkan arah industri justru sebaliknya. Kompetensi yang dimiliki oleh PT ABC saat ini adalah mengelola jasa sambungan telepon, sedangkan arah industri adalah pengelolaan jaringan data dan internet. Terakhir, struktur organisasi yang gemuk dan tidak efektif dan efisien PT ABC sangat berbanding terbalik dengan arah industri yang menuntut struktur organisasi yang ramping, efektif dan efisien.

Berdasarkan analisis di atas, maka perubahan visi dan misi di PT ABC dapat dilakukan sebagai berikut:

Visi PT ABC
“Menjadi provider yang terdepan dalam jasa layanan telekomunikasi di dalam negeri” 

Misi PT ABC 
1. Menyediakan jasa layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia
2. Menyediakan jaringan komunikasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia
3. Membangun sumberdaya manusia yang handal, inovatif, berorientasi kepuasan pelanggan serta memiliki kompetensi yang tinggi di bidang jasa telekomunikasi.

Gambar Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan dalam Visi dan Misi Organisasi
Perubahan terhadap visi dan misi organisasi dapat menjadi perubahan yang sangat fundamental. Pada hakekatnya visi dan misi organisasi merupakan gambaran organisasi itu sendiri. Perubahan visi dan misi organisasi akan berdampak besar pada transformasi nilai, budaya dan strategi organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.

Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan setelah visi, misi organisasi dievaluasi dan dirubah, silahkan menghubungi kami di Magna Transforma Consulting Group. Kami dengan senang hati akan berdiskusi dengan Anda terkait topik tersebut. Terimakasih.

Penulis: Northa Idaman











 

Read More »