Showing posts with label manajemen strategi. Show all posts

Pentingnya Kajian Lingkungan Eksternal dan Industri bagi Strategi Perusahaan

0 comments

Manajemen strategi merupakan serangkaian proses pengambilan keputusan strategis, yaitu keputusan yang bersifat jangka panjang, menyeluruh, dan prioritas. Strategi ini sangat penting karena dapat mempengaruhi arah jalannya perusahaan secara menyeluruh. Kesalahan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang, menyeluruh dan prioritas ini tentu sangat tidak diharapkan karena dapat merusak stabilitas dan mengancam kelangsungan perusahaan. Untuk itu, diperlukan kajian secara mendalam dalam merumuskan keputusan strategis ini.
Proses perumusan keputusan strategi tidaklah cukup dilakukan dengan hanya mengkaji sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kapabilitasnya. Kajian secara mendalam mengenai kondisi lingkungan dan peluang-peluang yang ada tentu dibutuhkan. Tidak hanya itu, mengingat kondisi perekonomian yang pasang surut di Indonesia saat ini tentu perubahan dan perkembangan pada masa mendatang yang akan dialami oleh seluruh organisasi bisnis dan perusahaan harus turut diperhitungkan. Proses perumusan keputusan strategis dapat dimulai dengan pengkajian dan analisis bidang eksternal, analisis lingkungan dan analisis persaingan, dan selanjutnya dilakukan pengkajian dan analisis bidang internal seperti ditunjukkan oleh Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Proses Perumusan Kebijakan Strategis
(Sumber: Assauri: Strategic Management Sustainable Competitive Advantages, hal 38)
Pembahasan kali ini berfokus pada kajian perumusan manajemen strategi dalam analisis bidang eksternal dan industri sebagai langkah awal dalam proses perumusan keputusan strategis, yaitu pelaksanaan penilaian peluang bisnis yang akan dihadapi. Suatu peluang adalah keadaan dalam lingkungan umum dan makro, yang bila diolah dan digunakan secara optimal dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan suatu ancaman merupakan keadaaan dalam lingkungan umum dan makro, yang dapat menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Untuk mengamati lingkungan tersebut, seorang manajer strategis harus memahami berbagai faktor eksternal yang memiliki pengaruh terhadap kondisi internal perusahaan bagi pencapaian keunggulan strategi bersaingnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya kegiatan operasional perusahaan dalam suatu industri adalah :
1. Faktor Ekonomi, antara lain adalah Trend G.D.P., tingkat bunga, tingkat inflasi, tingkat pengangguran, pasar mata uang, disposable income, serta pengendalian harga dan upah.

2. Faktor Teknologi, antara lain adalah Patent protection, New Products, Internal availability, infrastruktur telekomunikasi, pengembangan teknologi baru, transfer dari lab ke pasar, Focus technological efforts, Total industry spending for R&D, dan Productivity Improvements through Automation.

3. Faktor Politik dan Hukum, antara lain KPPU atau Peraturan Antitrust, Peraturan Perpajakan, Stabilitas Pemerintahan, Peraturan tentang Outsourcing, Peraturan Perdagangan Luar Negeri, Peraturan Imigrasi, dan Ketentuan Global Warming.

4. Faktor Sosial Budaya, antara lain adalah Perubahan Gaya Hidup , Ekspektasi Karir, Life expectancies, Pension Plans, Health Care, Tingkat Kelahiran, Distribusi Umur dari Populasi, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Perpindahan Penduduk dalam Regional.

Pengkajian dan penganalisaan Lingkungan Eksternal suatu perusahaan haruslah dilakukan secara rinci dan mendalam. Cakupan kajian dan analisis Lingkungan eksternal perusahaan tergambar pada Gambar 2 sebagai berikut.

Gambar 2. Lingkungan Eksternal
(Sumber: Irelrand et al: Management of Strategy, hal 23)
Ketujuh faktor yang terdapat pada Gambar 2 atau faktor Lingkungan Umum Makro tersebut mempengaruhi jalannya operasional perusahaan. Dalam upaya untuk mencapai suatu keberhasilan, maka perlu diformulasikan suatu strategi yang efektif dengan memanfaatkan adanya peluang bisnis, yang dalam hal ini diciptakan oleh lingkungan eksternal.
Dalam analisis lingkungan industri, perlu dilakukan pengkajian kelompok yang berkepentingan dari perusahaan dalam suatu industri, yaitu pemasok dan pelanggan, serta tiga pemain utama yang berperan dalam industi yaitu perusahaan, para pesaing, dan pelanggan. Lingkungan industri adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi langsung suatu perusahaan, dan aksi serta reaksinya. Terdapat 5 faktor dalam lingkungan industri yang tergambar pada Gambar 3 seperti berikut.

Gambar 3. Lingkungan Industri
(Sumber: Irelrand et al: Management of Strategy, hal 45)
Dalam analisis lingkungan industri ini terdapat interaksi di antara 5 faktor kekuatan dalam suatu industri, yang nantinya akan dapat mempengaruhi besarnya laba potensial suatu perusahaan. Dengan kajian atas pengaruh terhadap laba potensial industri, maka akan terdapat pertimbangan tentang tindakan keputusan perusahaan sebagai aksi strategis atau strategic action. Tantangan yang dihadapi suatu perusahaan adalah upaya untuk memposisikan perusahaan tersebut di dalam industri, agar perusahaan itu dapat melakukan tindakan atau aksi yang menghasilkan keuntungan. Dengan demikian tindakan perusahaan itu dapat mempengaruhi 5 faktor kekuatan untuk keberhasilan bertahan terhadap pengaruh yang ada.
Perusahaan yang memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mempengaruhi lingkungan industri akan berupaya merealisasikannya agar dapat menghasilkan keuntungan atau return diatas rata-rata industri. Upaya untuk merealisasikan keinginan tersebut dirumuskan dalam strategi oleh seorang manajer. Strategi yang harus dijalankan perusahaan adalah dengan mendiferensiasikan hasil perusahaan secara positif terhadap para pesaingnya. Strategi yang dirumuskan tersebut dapat direalisasikan dengan memanfaatkan keunggulan perusahaan tersebut secara relatif dalam upaya memuaskan kebutuhan pelanggannya.
Dari pembahasan diatas, kita telah mengerti pentingnya kajian serta analisis dari lingkungan eksternal dan industri dalam proses perumusan strategis suatu perusahaan. Strategi yang tepat sangat diperlukan dalam mengantisipasi dan menghadapi berbagai perubahan dan dinamika yang akan terjadi di masa mendatang yang dapat berupa ancaman maupun peluang demi mendapatkan profit yang besar sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dan tentunya menjaga kelangsungan hidup perusahaan.



Penulis: Clara Devinta



Read More »

Peran Manajemen SDM Dalam Proses Manajemen Strategi

0 comments

Proses Manajemen Strategi sangat memerlukan dukungan Manajemen SDM untuk dapat mencapai keunggulan bersaing melalui asset perusahaan yang paling penting: SDM. Artikel ini akan menguraikan Model Proses Manajemen Strategi dan bagaimana peran Manajemen SDM dalam Proses Manajemen Strategi.

Model Proses Manajemen Strategi
Manajemen Strategi adalah proses dan pendekatan untuk mengatasi tantangan-tantangan kompetitif yang dihadapi organisasi. Terdapat dua unsur Manajemen Strategi yaitu sebagai berikut:
1. Perumusan Strategi : menentukan arah strategis perusahaan dan mendefinisikan misi dan sasaran-sasaran perusahaan, berbagai peluang dan ancaman eksternal, serta berbagai kelemahan dan kekuatan internal, kemudian menentukan berbagai alternatif strategi dan membandingkan kemampuan dari alternatif-alternatif strategi tersebut untuk dapat mencapai misi dan sasaran-sasaran perusahaan, sehingga dapat dipilih strategi yang paling tepat bagi perusahaan.

2. Pelaksanaan Strategi : organisasi mengikuti strategi yang dipilihnya, mengalokasikan berbagai sumber daya, memastikan perusahaan memiliki para karyawan yang trampil untuk ditempatkan serta mengembangkan sistem-sistem penghargaan yang menyelaraskan perilaku dan hasil-hasil kinerja karyawan dengan sasaran-sasaran strategi perusahaan.

Model Proses Manajemen Strategi
Sumber : Human Resource Management, Noe, Hollenbeck, Gerhart, Wright, 2008
Peran Manajemen SDM dalam Proses Manajemen Strategi
Keberhasilan Proses Manajemen Strategi bergantung pada sejauh apa Fungsi Manajemen SDM dilibatkan. Terkait dengan proses perumusan strategi, keterlibatan peran Manajemen SDM bervariasi tingkatannya sesuai dengan tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi dan Fungsi Manajemen SDM. Terdapat empat tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi dan Fungsi Manajemen SDM yaitu sebagai berikut:

1. Hubungan Administratif : tingkat integrasi yang rendah, perhatian Manajemen SDM fokus pada aktivitas sehari-hari, terpisah dengan unsur proses manajemen strategi.

2. Hubungan Satu Arah : rencana strategi diinformasikan kebagian Manajemen SDM, sehingga Manajemen SDM berperan untuk merancang sistem-sistem dan/atau program-program yang mendukung penerapan rencana strategi.

3. Hubungan Dua Arah : masalah-masalah dan dampak-dampak terhadap SDM dipertimbangkan dalam proses perumusan rencana stategi. Fungsi perencanaan strategi dan Manajemen SDM saling bergantung pada hubungan dua arah dengan tiga langkah sebagai berikut:

  1. • Perencanaan strategi diinformasikan kebagian Manajemen SDM.
  2. • Manajemen SDM berfungsi menganalisa masalah dan dampak dari rencana strategi tersebut terhadap SDM untuk kemudian menginformasikannya kebagian perencanaan strategi.
  3. • Tim perencanaan strategi membuat keputusan strategi dan menginformasikan kebagian Manajemen SDM untuk kemudia nmengembangkan sistem-sistem dan/atau program-program yang mendukung penerapan rencana strategi.
4. Hubungan Integratif : bersifat dinamis dan berinteraksi terus-menerus dalam berbagai aspek. Fungsi Manajemen SDM dibangun langsung kedalam proses perumusan rencana strategi dan pelaksanaan strategi.
Tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi dan Fungsi Manajemen SDM
Sumber : Human Resource Management, Noe, Hollenbeck, Gerhart, Wright, 2008
Dari keempat tingkat integrasi atau hubungan antara Fungsi Perencanaan Strategi dan Fungsi Manajemen SDM tentunya hubungan yang paling ideal dalam mendukung Proses Manajemen Strategi perusahaan adalah Hubungan Integratif. Bagaimana Manajemen SDM dapat memberikan keunggulan kompetitif dalam Proses Manajemen Strategi dijelaskan dalam dua bagian berikut ini :

1. Peran Manajemen SDM dalam Proses Perumusan Strategi Terdapat lima unsur utama dari Proses Manajemen Strategi yang berkaitan dengan perumusan strategi yaitu misi – sasaran – analisis eksternal – analisis internal – pemilihan strategi. Analisis eksternal memerlukan masukan terkait SDM, banyak peluang dan ancaman pada lingkungan eksternal yang berkaitan dengan SDM seperti kondisi pasar tenaga kerja, peraturan pemerintah mengenai tenaga kerja, dan sebagainya. Begitu pun juga dengan analisis internal. Analisis kekuatan dan kelemahan internal memerlukan masukan terkait SDM karena SDM merupakan asset penting perusahaan. Dengan mempertimbangkan masukan terkait SDM, tim perencana strategi dapat mempertimbangkan seluruh masalah bisnis yang berkaitan dengan SDM sebelum membuat pilihan strategi sehingga dapat membuat pilihan strategi yang paling efektif.



Sumber : Human Resource Management, Noe, Hollenbeck, Gerhart, Wright, 2008

2. Peran Manajemen SDM dalam Proses Pelaksanaan Strategi Setelah pilihan strategi diterapkan, Manajemen SDM harus mengambil peran aktif dalam menerapkannya. Terdapat lima variabel penting yang menentukan keberhasilan pelaksanaan strategi yaitu struktur organisasi, perancangan tugas, seleksi, pelatihan dan pengembangan SDM, sistem penghargaan, serta sistem informasi.

Variabel penting yang menentukan keberhasilan Pelaksanaan Strategi



Sumber : Human Resource Management, Noe, Hollenbeck, Gerhart, Wright, 2008


Agar dapat menerapkan strategi dengan baik, harus dirancang struktur organisasi dan pembagian tugas antar unit kerja untuk mengejar strategi perusahaan. Selanjutnya harus ditentukan tugas-tugas setiap individu dalam perusahaan. Untuk dapat melaksanakan tugas-tugasnya, para individu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu serta harus dimotivasi agar dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam pelaksanaan tugasnya secara efektif. Hal ini dapat dicapai dengan perekrutan, seleksi dan pengembangan SDM yang tepat. Selain itu, fungsi Manajemen SDM harus mengembangkan manajemen kinerja dan sistem penghargaan yang mengarahkan para individu untuk bekerja dengan baik mendukung pencapaian strategi perusahaan.

Sumber : Human Resource Management, Noe, Hollenbeck, Gerhart, Wright, 2008

Dengan melibatkan fungsi Manajemen SDM secara utuh pada perumusan dan pelaksanaan strategi perusahaan,diharapkan perusahaan dapat mengidentifikasi berbagai masalah perusahaan yang berkaitan dengan SDM sejak awal proses perumusan rencana strategi perusahaan sehingga perusahaan dapat menentukan pilihan strategi yang tepat dan menentukan langkah-langkah untuk mengatasinya sehingga pelaksanaan strategi dapat berjalan secara efektif.
Fungsi Manajemen SDM memiliki dampak yang besar dalam pelaksanaan strategi dengan mengembangkan dan menyelaraskan praktik-praktik Manajemen SDM yang memastikan bahwa perusahaan telah mengembangkan karyawan dengan berbagai keterampilan yang diperlukan sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara efektif yang pada akhirnya dapat mendukung pencapaian strategi perusahaan.

Jika ada pertanyaan, kritik, diskusi, dan saran, mohon dapat sampaikan kepada Magna Transforma Consulting Group: 













Penulis: Santi Dharmayanti

Grand Slipi Tower lantai 33
Jl. Jend. S. Parman Kav 22-24
Jakarta 11480
Telp : (021) 290 22128-129
HP : 0811 8177 358
Email : info@magnatransforma.com 



Read More »