Showing posts with label blog. Show all posts

5 Behaviors of Leaders Who Embrace Change

0 comments
Adopsi dari: Edith Onderick-Harvey (Harvard Business Review, May 2018,  
https://hbr.org/2018/05/5-behaviors-of-leaders-who-embrace-change)

Dalam lingkungan bisnis saat ini, kelincahan dalam perubahan (change agility) harus menjadi bagian dari DNA organisasi dan pemimpin yang baru.


Para pemimpin yang sukses dalam melakukan perubahan di semua level organisasi menanggapi perubahan dalam lingkungan bisnis dengan memanfaatkan peluang, termasuk membuang model yang lama dan mengembangkan cara-cara yang baru dalam menjalankan bisnis. Para pemimpin tersebut akan mencoba untuk membuat perubahan dalam pola berpikir yang dapat menyebar dan menanamkannya ke dalam semua hal yang mereka lakukan dari interaksi sehari-hari yang paling mendasar hingga strategi yang paling kompleks.


Pemimpin yang melakukan perubahan dapat ditunjukkan dari lima (5) perilaku yang terintegrasi bersama-sama menciptakan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Kelima perilaku tersebut antara lain:


1. Membagikan tujuan yang jelas dan meyakinkan

Tujuan adalah untuk melakukan tindakan. Kelincahan perubahan membutuhkan sebuah jawaban atas pertanyaan, “mengapa?”, sehingga orang dapat melawan instingnya untuk menolak perubahan. Jawabannya perlu memanfaatkan apa yang bermakna dan penting, sehingga dapat mengundang orang untuk datang dan ikut terlibat dalam perubahan yang akan dilakukan. Jika anda tidak dapat mengartikulasikan tujuan yang jelas dibelakang perubahan yang dilakukan, tidak mungkin karyawan anda akan dapat menerapkannya.


2. Lihat kedepan dan lihat peluang

Sebagian besar pemimpin memandang ini sebagai peran dari senior eksekutif. Untuk menanamkan kelincahan perubahan kedalam budaya anda, para pemimpin lini tengah dan depan, yang paling dekat dengan pasar, pelanggan, dan operasional harian perlu di-dorong untuk melihat peluang yang ada dalam pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.



Untuk membangun perilaku ini kedalam organisasi, pemimpin seharusnya:


    a)  Mencari dan membuat peluang berdasarkan percakapan biasa yang dilakukan. Cukup ajukan               pertanyaan seperti “Apa yang dibicarakan pelanggan kami? Menurut Anda, apa yang akan                     mereka inginkan satu atau dua tahun dari sekarang? Tren baru apa yang menurut Anda akan               memengaruhi kita? ”Mengirimkan pesan bahwa melihat ke depan itu penting. 

    b) Sediakan ruang untuk bereksperimen. Ketika sebuah potensi peluang diidentifikasi, berikan ijin           bagi individiu atau kelompok untuk bereksperimen dengan ikut ambil bagian dari peluang                     tersebut. 

    c) Beriklan tentang kesuksesan. Ceritakan kisah kesuksesan para pemimpin lini depan yang                       berhasil melihat dan mengidentidikasi peluang pada saat acara kantor sehingga dapat                           memotivasi individu lainnya. 


3. Mencari tahu apa yang tidak berhasil 

Selama masa integrasi akuisisi atau bahkan penggabungan unit bisnis internal, akan ada kabar buruk dimana perusahaan perlu belajar dari hal tersebut. Tetapi agar pembelajaran yang nyata dapat terjadi, orang perlu merasa aman secara psikologis untuk berbagi hal yang baik, buruk dan jelek.


4. Mempromosikan pengambilan resiko dan eksperimen yang terkalkulasi 

Terlalu sering bagi perusahaan tradisional dalam menanggapi suatu perubahan dengan kata, “mengapa?”, akan tetapi kelincahan perubahan membuat para pemimpin berkata, “mengapa tidak?” dan selalu menciptakan berbagai macam peluang melalui eksperimen yang dilakukan.

5. Mencari kemitraan yang mencakup batas 

Ketika suatu pekerjaan menjadi lebih kompleks, maka dibutuhkan tim dan kolaborasi lintas batas untuk dapat membangun produk, menarik pelanggan dan mencapai hasil. Pemimpin dan organisasi yang lincah melakukan perubahan dapat menggantikan silo fungsional dengan organisasi formal dan informal yang dapat memungkinkan untuk arus informasi yang cepat dan pengambilan keputusan mengenai produk, pelanggan, atau wilayah.

Kelima perilaku ini, ketika digunakan bersama satu sama lain, menciptakan pergeseran budaya yang meningkatkan kelincahan perubahan. Mereka adalah pergeseran yang perlu dibuat di semua tingkat kepemimpinan.


Penulis : Yose Foejisanto, SE, M.Sc

Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com/ / 021. 29022118


Read More »

Prinsip Dasar Penerapan Green SCM (Logistik)

0 comments
Dalam era globalisasi ini, distribusi dan logistic atau lebih dikenal dengan Green Supply Chain Management (GSCM) telah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perdagangan dunia. Terlebih lagi persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya khususnya dari segi distribusi dan logistik. Esensi dari persaingan adalah terletak dari bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses-proses dari penciptaan produk atau jasa yang lebih murah, memiliki mutu lebih baik, dan lebih cepat untuk memperolehnya (cheaper, better and faster) dibandingkan pesaing bisnisnya.

Green Supply Chain Management meningkatkan operasional pekerjaan dengan menggunakan solusi yang memperhatikan lingkungan:
•  Meningkatkan kelincahan: GSCM membantu untuk mengurangi risiko dan mempercepat inovasi;
•  Meningkatkan adaptasi: analisis GSCM sering menghasilkan proses yang inovatif dan perbaikan         terus menerus;
•  Mempromosikan keselarasan: GSCM melibatkan kebijakan negosiasi dengan pemasok dan                 pelanggan, yang menghasilkan keselarasan yang lebih baik dari proses bisnis

Terdapat beberapa penelitian mengenai evaluasi performansi GSCM. Mengaplikasikan konsep green ke dalam industri otomotif sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan, bersaing dalam kompetisi pasar, dan memastikan pemenuhan terhadap peraturan. Dalam rangka mencapai GSCM, perusahaan harus mengikuti prinsip-prinsip dasar yang ditetapkan dalam klausul-klausul yang ada pada ISO 14001 yang mengelola tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Dengan demikian, perusahaan harus mengembangkan prosedur yang berkonsentrasi pada analisis operasi, perbaikan terus-menerus, pengukuran, dan tujuan target serta program. Sehingga dapat disimpulkan konsep dari GSCM ini didasarkan pada perspektif lingkungan, yaitu bagaimana mengurangi limbah dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan rantai pasok perusahaan industri. Hal ini merupakan aspek non finansial jangka panjang penting terkait dengan lingkungan yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam menjaga hubungan baik demi keberlanjutan kegiatan rantai pasoknya di masa yang akan datang.

Gambar 1. Elemen Pendukung Green SCM

Dalam implikasi pelaksanaan Green SCM terdapat beberapa fungsi operasional dan aktivitas-aktivitas penunjang diantaranya:
1.      Pengadaan hijau (Green Procurement) Pengadaan hijau berkaitan dengan keadaan lingkungan pembelian yang terdiri dari keterlibatan dalam kegiatan pengurangan pembelian, pemakaian ulang dan daur ulang bahan pada proses pembelian. Pengadaan hijau adalah salah suatu solusi untuk lingkungan dan ekonomi konservatif bisnis dan konsep memperoleh pilihan produk dan jasa yang meminimalkan dampak lingkungan. Adapun kegiatan-kegiatan dalam pengadaan hijau antara lain : 
a.   Pemilihan supplier Dalam sistem pengadaan hijau, pemasok tempat pembelian bahan hanya dari “mitra hijau” yang memiliki standar mutu lingkungan dan lulus proses audit serta mempertimbangkan pemasok yang mendapatkan ISO dan sertifikat terkait prestasi dalam konsep green.


b.   Mempromosikan kegiatan daur ulang dalam usaha meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
2.     Manufaktur hijau (Green Manufacturing) Manufaktur hijau merupakan proses produksi yang menggunakan input dengan dampak lingkungan yang rendah, sangat efisien dan menghasilkan sedikit bahkan tidak adanya limbah atau polusi. Manfaat dari penerapan manufaktur hijau yaitu dapat menurunkan biaya bahan baku, keuntungan efisiensi produksi dan meningkatkan citra perusahaan. Kegiatan-kegiatan dalam manufaktur hijau antara lain: 
a.   Pengontrolan penggunaan zat berbahaya, pemeliharaan kualitas air dan kontrol kualitas  input sebelum pengolahan.
b. Teknologi efisiensi energi yaitu dengan mengurangi daya konsumsi dalam produk, meningkatkan masa hidup produk untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kapasitas mesin,desain produk, dan lain-lain.
c.   Mempromosikan penggunaan kembali/ daur ulang, meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan. 

3.      Distribusi hijau (Green Distribution) Kegiatan dalam distribusi hijau yaitu kemasan hijau dan logistik hijau. 


a.      Kemasan hijau, meliputi hemat kemasan, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, bekerja sama dengan vendor untuk standarisasi kemasan, meminimalkan penggunaan bahan dan waktu untuk membongkar dan mempromosikan program daur ulang.

b.      Logistik hijau, meliputi pengiriman langsung ke pengguna situs, penggunaan kendaraan bahan bakar alternatif dan mendistribusikan produk dalam batch besar.
4.      Logistik balik (Reverse Logistic) Logistik balik merupakan proses mengambil produk dari konsumen akhir untuk tujuan meningkatkan nilai dan pembuangan yang tepat. Kegiatan-kegiatan dalam logistik balik antara lain pengumpulan, gabungan inspeksi/ pemilihan/ penyortiran, pemulihan, redistribusi dan pembuangan. 

Gambar 2. Framework Proses Implementasi GSCM
Green Supply Chain Management (GSCM) = Green Product Design + Green Material Management + Green Manufacturing Process + Green Distribution and Marketing + Reverse Logistics (RL) 

Jika ditarik pada suatu kondisi dalam negeri, Sistem green logistics memfasilitasi pengambilan limbah dari konsumen ke lokasi daur ulang. Konsep ini berawal dari kesadaran organisasi, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan kondisi manufaktur, transportasi, dan proses distribusi yang minim polusi. Contoh penerapan green logistics adalah pengurangan konsumsi bahan bakar, penggunaan moda transportasi yang menimbulkan polusi (udara, suara) yang rendah, kerjasama dengan konsumen dan masyarakat dalam menghasilkan ide-ide baru untuk green logistics (misalnya penelitian di perguruan tinggi).

Penulis : Ghulam Nurul Huda

Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »

Kunci dari Performance Review adalah Persiapan

0 comments
Membuat dan memberikan ulasan kinerja merupakan salah satu tugas yang paling menantang bagi para Manajer. Suatu hal yang sulit untuk memberikan ulasan yang berhasil mengarahkan dinamika emosional dan interpersonal sekaligus menyeimbangkan tujuan kompleks dan bersaing yang ada dalam beberapa ulasan kinerja. Beberapa pelatih eksekutif mengatakan bahwa sebagian besar klien mereka adalah meminta untuk memberikan umpan balik mengenai draft performance review yang sudah mereka susun sebelum mereka mengirimkannya. Sebagian besar waktu, umpan balik yang diberikan pelatih eksekutif berpusat di sekitar menanyakan kelima pertanyaan berikut kepada mereka:

What are your goals for the discussion?

Sebelum Anda mulai menyusun ulasan, pertimbangkan tujuan dan sasaran Anda untuk diskusi, dan evaluasi bagaimana tujuan ini dapat sesuai atau mungkin bertentangan dengan atau lawan satu sama lain. Misalnya, Anda mungkin ingin memberikan dorongan positif sekaligus memberi peringatan dan kesadaran pada orang lain. Atau Anda mungkin ingin anggota tim Anda memikirkan continuous improvement dalam beberapa pekerjaan tertentu sambil membuat perubahan yang signifikan pada orang lain. Tujuan Anda mungkin untuk berfokus pada individual performance, interaksi interpersonal, organizationa citizenship behavior, atau yang lainnya. Anda mungkin ingin berfokus pada kinerja para staf dalam peran mereka saat ini sekaligus juga memberikan kesempatan belajar untuk mencapai kesuksesan. Bagikan performance review dengan rekan, atasan, mentor, atau pelatih terpercaya, dan tanyakan apakah review yang Anda tulis sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Are you focusing on their behavior, personality, or both?

Beberapa manajer percaya bahwa membentuk seseorang untuk sukses memerlukan fokus pada perilaku; Manajer lain berpikir bahwa hal tersebut berkaitan dengan suatu karakter atau kepribadian. Ada pro dan kontra untuk kedua pendekatan tersebut. Di satu sisi, berbicara tentang apa yang dilakukan oleh peninjau Anda dalam kasus tertentu tampak kurang menghakimi, lebih berbasis fakta, dan lebih beragam. Di sisi lain, membahas bagaimana seseorang tampil lebih umum dapat memberikan fokus yang lebih sederhana dan lebih holistik dengan tema yang lebih mudah diingat. Tapi seorang individu mungkin merasa dihakimi jika umpan baliknya lebih tentang siapa diri mereka daripada apa yang mereka lakukan. Akan sangat membantu jika mencoba menyeimbangkan antara aspek perilaku tentang bagaimana seseorang melakukan dan keseluruhan perasaan atau kesan yang diperoleh orang lain darinya. Jika peninjauan yang telah Anda rancang hanya mereferensikan kejadian atau produk kerja tertentu, Anda mungkin ingin menyertakan umpan balik ringkasan atau holistik. Sebaliknya, jika peninjauannya terlalu umum, ada baiknya untuk merujuk kejadian atau kiriman khusus.

Are you exercising your authority?

Menurut pengalaman para pelatih eksekutif, kebanyakan atasan ingin disukai, dan membujuk seorang karyawan untuk melihat berbagai hal seperti apa adanya. Tetapi jika seorang karyawan tampaknya tidak "mendapatkannya" dari waktu ke waktu, Anda mungkin harus lebih tegas dan pasti tentang persepsi Anda - dan juga persepsi orang-orang yang memberi umpan balik 360 derajat. Hal ini merupakan suatu “iming-iming” yang manis untuk menjaga keharmonisan dalam jangka pendek, namun hal itu tidak membuat individu sukses dalam jangka panjang. Hal ini juga merupakan suatu tantangan dalam review meeting untuk menyeimbangkan partisipatif dan demokratis, membiarkan orang lain mengendalikan diskusi, dan memvalidasi persepsi laporan langsung tentang kenyataan sementara juga menjalankan otoritas Anda sebagai atasan, mendefinisikan kenyataan seperti yang Anda lihat, dan mengendalikan meeting. Hal ini dapat menggoda bagi manajer untuk mengaitkan pesan yang lebih keras kepada orang lain dan memainkan peran delegasi untuk umpan balik negatif. Tapi lebih bermanfaat jika manajer memiliki umpan balik yang lebih jujur dan disampaikan secara langsung. Sebelum memberikan ulasan, lihatlah apa yang telah Anda susun untuk memastikannya dibaca sebagai berasal dari atasan daripada dari rekan atau bawahan.

Are you conveying the right tone?

Sangat mudah bersikap terlalu positif atau terlalu negatif dalam review meeting. Terkadang seorang karyawan yang sedang berjuang menghilangkan pesan bahwa semuanya berjalan dengan baik dalam kinerja pekerjaannya; Terkadang seorang karyawan bintang mungkin mengira Anda kecewa dengan seberapa baiknya dia melakukannya. Nada suara, ekspresi wajah, komunikasi nonverbal, dan emosi sangat banyak dalam diskusi review. Persepsi langsung Anda tentang bagaimana umpan balik positif atau negatif dapat menciptakan dinamika pemenuhan diri sendiri, dan sangat bergantung pada kepekaan mereka terhadap niat Anda, jadi penting untuk mempertimbangkan menyesuaikan pendekatan Anda dengan cara yang paling efektif dengan individu, kepribadian, Dan perspektif. Untuk review meeting yang sangat menantang, Anda mungkin ingin berperan dalam diskusi terlebih dahulu dengan pelatih atau kolega untuk memastikan Anda menyampaikan dengan nada yang benar dan siap untuk menanggapi tantangan atau penolakan dari atasan. Ini juga membantu menyeimbangkan fokus pada kinerja individu dengan mempertimbangkan faktor situasional yang membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah atau lebih sulit. Memperhitungkan konteks dapat memberikan tinjauan bahwa karyawan akan merasa seimbang, adil, membantu, dan memotivasi.

What next?

Komponen terpenting dari tindak lanjut ke review meeting adalah tujuan yang ingin dicapai individu dan Anda setujui. Agar bisa menjadi motivasi dan efektif, tujuan harus menantang tapi realistis. Mereka harus mencakup aspirasi kinerja dan pembelajaran, menyeimbangkan hasil masa lalu dalam peran dan persiapan mereka saat ini untuk peran masa depan. Tindak lanjut setelah pertemuan tinjauan kinerja harus mencakup hal-hal yang berupa laporan langsung apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja dan pembelajarannya serta hal yang akan Anda lakukan untuk mendukung dan melatih mereka menuju tujuan mereka. Setelah review meeting, ada baiknya Anda meminta laporan langsung untuk mengirimkan email dari tindak lanjut yang merangkum langkah selanjutnya dan menjadwalkan rapat beberapa bulan ke depan untuk memonitor progress. Ini juga sangat bermanfaat untuk meminta umpan balik setelah meninjau rapat untuk menanyakan laporan langsung Anda apa yang akan membuat umpan balik dan diskusi lebih bermanfaat bagi mereka.

Mempersiapkan dan memberikan ulasan kinerja yang efektif adalah tindakan penyeimbang yang rumit. Tidak ada yang mendapatkan semua itu benar sepanjang waktu, dan setiap orang salah beberapa dari beberapa waktu. Idealnya, dengan berjuang untuk keseimbangan, mendekati latihan dengan cara yang terbuka dan sadar, dan mendapatkan umpan balik tentang tinjauan sebelum dan sesudah hal itu terjadi, para manajer dapat memberikan tinjauan efektif yang memperbaiki kinerja individu, tim, dan organisasi. Manajer terbaik selalu berusaha untuk lebih baik memberikan ulasan kinerja dan umpan balik, dan terbuka untuk menerima umpan balik yang memungkinkan mereka melakukan suatu perbaikan.

Reference:


https://hbr.org/2016/06/the-key-to-performance-reviews-is-preparation by Ben Dattner



Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118

Tujuan utama dari kaling syariah ini adalah untuk mereka berinvestasi kavling kampung kurma cirebon untuk membantu membangun peradaban Islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an dari pesantren tahfidz di sana, mewujudkan kemandirian umat dengan mengentaskan kemiskinan di sekitar lokasi.Tentu saja sebagai sebuah lingkungan hunian yang nyaman dan aman, kavling kampung kurma cirebon ini akan dibekali dengan berbagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan-kegiatan yang positif, yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga anda.



Read More »

Pemodelan Proses Bisnis Dengan BPMN

0 comments
Pemodelan proses menggambarkan alur dari aktivitas bisnis dari sebuah perusahaan. Tujuan dari pemodelan ini adalah membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut, mengerti dan memahami setiap langkah dari proses tersebut, sehingga perusahaan dapat mencapai keuntungan yang maksimal dari pemodelan proses.

Dalam pemeodelan bisnis proses, metode yang digunakan dalam menggambarkan setiap alur proses harus dapat dimengerti oleh setiap pihak yang terkait dengan proses tersebut. Alur proses harus digambarkan dengan jelas agar tidak terjadi persepsi akan suatu proses yang berbeda.

Untuk menggambarkan peta yang pertama yaitu peta bisnis proses, perlu dipahami bahwa yang digambarkan ialah kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi tersebut beserta dengan hubungan-hubngannya. Departemen atau unit kerja tidak boleh digambarkan dan juga menjadi landasan pembuatan alur proes, dikarenakan dapat terjadi duplikasi proses antar departemen, sehingga membuat peta bisnis proses tidak menggambarkan proses-proses yang sebenarnya terdapat dalam sebuah organisasi.

Dalam menggambarkan model proses bisnis dikenal sebuah metode atau tool yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam menggambarkan proses-prosesnya. Metode itu disebut dengan Business Process Model and Notation atau yang dikenal dengan BPMN. BPMN adalah standar untuk pemodelan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis untuk menentukan proses bisnis dalam Proses Bisnis Diagram, didasarkan pada teknik flowchart sangat mirip dengan diagram aktivitas dari Unified Modeling Language (UML). Tujuan dari BPMN adalah untuk mendukung manajemen proses bisnis, baik untuk pengguna teknis dan pengguna bisnis, dengan menyediakan notasi yang intuitif untuk pengguna bisnis, namun dapat mewakili proses yang kompleks.

BPMN juga digunakan untuk menggabungkan proses bisnis dengan teknologi informasi. Dengan adanya BPMN diharapkan, pengguna dapat mengerti secara keseluruhan mengenai alur-alur proses karena digambarkan secara sederhana dengan simbol-simbol yang mudah dimengerti.

Di dalam BPMN terdapat beberapa elemen yang mendasari dari metode ini,

1. Flow Objects
Events, Activities (Aktitivitas otomatis / manual), Gateways
2. Connecting Objects
3. Swim Lanes
4. Artefacts

Dalam menuliskan proses menggunakan BPMN, beberapa simbol dasar yang dapat dipakai adalah seperti berikut


Gambar 1. Simbol BPMN
Sumber google.com

Dibawah ini merupakan contoh sebuah proses yang menggunakan model BPMN

Gambar 2. Proses dengan BPMN


Seiring berkembangnya teknologi informasi, BPMN erat dengan penggunaan software sehingga muncul istilah yang disebut process automation. Process Automation atau proses otomatisasi merupakan sebuah langkah menggabungkan antara software dengan proses. BPMN mengambil peran dengan menggambarkan proses yang dapat dimengerti oleh software dan juga manusia yang akan menjalankan proses tersebut.

Dengan adanya BPMN diharapkan proses bisnis dapat digambarkan, dimengerti dan dieksekusi dengan baik oleh pengguna. Contoh lain penggunaan BPMN dalam penggambaran proses bisnis seperti gambar 3


Gambar 3. Proses Kolaborasi
Sumber: Object Mangement Group

Dalam menggambarkan proses, BPMN memfasilitasi berbagai macam proses yang kompleks. Seperti di gambar 3, BPMN dapat menggambarkan dua proses yang menggabungkan antara proses yang dilalui pasien dan yang proses yang harus dilakukan oleh dokter. Dengan BPMN penggambaran dua proses tersebut dapat digabungkan dengan notasi-notasi yang dimiliki oleh BPMN.

Gambar 4. Simbol BPMN
Sumber google.com

Dengan adanya metode BPMN ini, pemodelan proses dalam suatu organisasi dapat disusun berdasarkan suatu simbol atau bahasa yang mudah dimengerti dan dapat dieksekusi dengan menggunakan aplikasi bisnis proses.

Software-software yang dapat digunakan untuk mengeksekusi proses bisnis dengan notasi BPMN adalah Progresia. Software ini berfungsi dalam menjalankan setiap langkah aktivitas yang perlu dilakukan.

Dalam menggambarkan proses tersebut, dapat dilakukan dengan mudah, karena menggunakan fungsi drag and drop, sehingga pengguna hanya perlu memilih dan menaruh di kanvas yang ada. Kemudian, pengguna dapat memahami dan mengeksekusi proses tersebut sesuai dengan apa yang digambarkan.


Gambar 5. BPMN dalam Progresia


Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118

Tujuan utama dari kaling syariah ini adalah untuk mereka berinvestasi kavling kampung kurma cirebon untuk membantu membangun peradaban Islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an dari pesantren tahfidz di sana, mewujudkan kemandirian umat dengan mengentaskan kemiskinan di sekitar lokasi.Tentu saja sebagai sebuah lingkungan hunian yang nyaman dan aman, kavling kampung kurma cirebon ini akan dibekali dengan berbagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan-kegiatan yang positif, yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga anda.


Read More »

REVENUE ASSURANCE

0 comments
Pada mulanya revenue assurance banyak diterapkan di Perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Dari penyedia jasa telekomunikasi revenue assurance berkembang ke bisnis perbankan karena aktivitas perbankan hampir semua tergantung dengan teknologi informasi dan menggunakan aplikasi perbankan. Namun, dalam prakteknya hampir semua bank menggunakan platform aplikasi yang berbeda. Sehingga munculah revenue assurance di perbankan dikarenakan perbedaan platform aplikasi antar bank yang bisa menyebabkan perbedaan waktu atau transaksinya. Saat ini revenue assurance juga berkembang di beberapa perusahaan bidang lainnya, sehingga secara definisi menjadi lebih korporat.

Revenue assurance didefenisikan sebagai metode peningkatan kualitas data dan proses yang dapat meningkatkan keuntungan, pendapatan, dan arus kas tanpa mempengaruhi permintaan. Diartikan juga sebagai terminologi yang meliputi penjabaran aktivitas-aktivitas dimana perusahaan telekomunikasi akan berusaha untuk memastikan bahwa proses-proses dan prosedur-prosedur telah mampu menimalkan kebocoran pendapatan.

Revenue assurance tidak hanya sebatas mengumpulkan pendapatan secara akurat dan tepat waktu tetapi juga berkaitan dengan process assurance, transaction assurance, billing assurance, dan fraud management. Process assurance diselesaikan dengan melakukan pemetaan terhadap seluruh alur kerja untuk mengindentifikasi dan mengukur seluruh titik-titik kendali. Transaksi ditangani dengan cara memastikan ketepatan dalam pesanan dan pengadaan layanan serta ketepatan penyampaian informasi tagihan dimana seluruh transaksi akan diproses dan disesuaikan dengan tarif.

Ada beberapa pendekatan yang dalam melakukan fungsi revenue assurance, antara lain:

1. Reactive revenue assurance,
yaitu fungsi revenue assurance hanya digunakan untuk mendeteksi kebocoran pendapatan yang sedang terjadi.

2. Active revenue assurance,
ditujukan untuk menangani masalah-masalah yang terjadi. Pendekatan ini ditujukan untuk menginisialisasi tanggapan terhadap penanganan kehilangan pendapatan.

3. Proactive revenue assurance,
berupa aksi yang dilakukan untuk mengantisipasi kehilangan pendapatan. Pengendalian dan pengukuran lainnya digunakan dalam rangka mencegah terjadinya permasalahan.

Secara mudah kerangka kerja dari Revenue Assurance dapat diartikan dengan membandingkan data yang sudah dirancang di awal dengan data hasil pelaksanaan proses di lapangan untuk kemudian dianalisis, difilter, dan dievaluasi untuk menyelidiki terjadinya kecurangan dalam proses tersebut sebelum selanjutnya dilakukan proses pelaporan.


Secara umum, teknik yang digunakan dalam revenue assurance ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :

1. Manajemen kecurangan (fraud management),
suatu kegiatan yang ditunjukan untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan dalam suatu siklus penciptaan pendapatan.

2. Verifikasi penagihan (billing verification), suatu metode yang digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam proses penagihan sampai pembayaran.

Penggunaan fungsi revenue assurance dapat memberikan keuntungan diantaranya:

1. Mengidentifikasi kesempatan mendapatkan penghasilan dari pembayaran tunai, penciptaan pendapatan, nilai keuntungan dan target laba.

2. Mengidentifikasi pengukuran dan pencegahan titik-titik risiko dari kebocoran pendapatan.

3. Mengindentifikasi peningkatan proses dan kesempatan perbaikan pendapatan.

4. Mencegah inkonsistensi pada pecatatan penagihan sebelum diserahkan kepada pelanggan dan meningkatkan akurasi penagihan.

5. Mengurani biaya operasional

6. Memfokuskan potensi retensi pembayaran tagihan

7. Melakukan penyebaran pendapatan untuk usaha-usaha yang menguntungkan lainnya.

Penerapan revenue assurance di Perusahaan dapat dielaborasi dengan Balanced Score Card yang merupakan sebuah kumpulan pengukuran yang memberikan menejer-menejer dalam top level suatu pandangan yang cepat dan komprehensif mengenai bisnis, termasuk pengukuran keuangan yang memberikan hasil dari akses yang telah dilakukan dan dilengkapi dengan pengukuran operasional pada kepuasan pelanggan, proses internal, dan inovasi organisasi serta peningkatan pengukuran aktifitas operasional yang merupakan mengarahkan kinerja keuangan dimasa yang akan datang.
Pengukuran di dalam balanced scorecard merujuk pada empat sudut pandang yaitu :
Penggunaan fungsi revenue assurance dapat memberikan keuntungan diantaranya:

1. Sudut pandang keuangan (financial),

2. Sudut pandang pelanggan (customer),

3. Aspek internal bisnis,

4. Aspek pembelajaran dan pertumbuhan.

Dalam hubungannya dengan fungsi revenue assurance, penggunaan balanced scorecard akan difokuskan pada hubungan sebab akibat dari sudut pandang pelanggan dan proses bisnis internal.

Penulis : Holiriyeuh, ST

Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »

Bagaimana Cara Membuat Perencanaan Bisnis – Business Plan yang Baik

0 comments
Perencanaan Usaha (business plan) adalah proses penentuan visi, misi dan tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program, dan anggaran yang diperlukan untuk menjalankan suatu usaha tertentu (Bogadenta, 2013). Akan tetapi, kenyataannya banyak orang gagal membuat sebuah rencana bisnis (business plan) disaat akan melakukan bisnis.

Secara teori mengembangkan sebuah rencana bisnis atau business plan sangat penting untuk mengamankan modal awal dan dalam mengarahkan perusahaan setelah didirikan. Business plan membantu untuk menentukan akan menjadi seperti apa perusahaan itu nantinya, siapa yang akan mengoperasikannya (dan bagaimana tingkat pengalaman mereka), dan area persaingan yang akan diambil, serta nilai jual unik yang diharapkan akan membawa keberhasilan.



Menurut Fox Business (2012), ada 10 poin penting dalam membuat suatu business plan perusahaan seperti dijelaskan dalam Figure 1. adalah sebagai berikut:

1. Executive Summary Biasanya terdiri dari satu atau dua halaman yang menjelaskan secara singkat tentang usaha bisnis suatu perusahaan. Hal ini sudah termasuk didalamnya sasaran bsinis, operasional, upaya pemasaran, dan modal pendapatan.

2. Mission Statement Pada umumnya menjelaskan visi dan misi dari suatu perusahaan mengenai bisnis yang akan dijalankan. Pastikan visi dan misi yang dibuat harus jelas, singkat dan mencakup kegiatan bisnis yang akan dilakukan oleh perusahaan ke depannya.

3. Company Background Menjelaskan latar belakang atau historikal berdirinya suatu perusahaan. Secara umum, mengambarkan bisnis kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan tersebut dan asal mula ide untuk membangun bisnis tersebut.

4. Product Description Menggambarkan secara jelas produk atau jasa yang akan di jual atau ditawarkan kepada konsumen. Selain itu dalam pembuatan bisnis plan, pengusaha (entrepreneur) harus dapat menjelaskan bagaimana sistem proses produksi tersebut dilakukan dari pengelolaan bahan mentah (raw material), proses pembuatan (work-in-process), hingga menjadi barang jadi (finished goods) dan akhirnya dilakukan proses pengemasan atau pelabelan produk (packing & labelling).

5. Marketing Plan Dalam pembuatan business plan, perlu dibuat rencana strategi pemasaran (marketing plan) yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam menjual produk atau jasa mereka kepada konsumen. Dalam merancang marketing plan, harus dibuat secara realistis, unik dan memberikan nilai tambah (value added) bagi perusahaan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan yang sejenis. Marketing Plan bisa dibuat dalam beberapa fase sesuai dengan kondisi bisnis perusahaan, misalnya: fase pengenalan produk atau jasa (Branding awareness), fase pemasaran lewat digital ataupun sosial media (digital or media social marketing), fase pricing strategy, dll.

6. Competitor Analysis Untuk perusahaan yang bergerak di industry sejenis, ada kalanya perlu melakukan analisis terhadap kompetitior atau pemain sejenis. Dari analisis tersebut, perusahaan bisa mengetahui market positioning di pasar serta dapat mengetahui strategi apa yang telah dilakukan oleh competitor di pasaran dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat inovasi strategi yang berbeda atau unik untuk dapat bersaing dengan kompetitor sejenis.

7. SWOT Analysis SWOT Analysis sangat perlu di lakukan jika ingin membangun suatu usaha, karena ini berkaitan dengan kondisi internal perusahaan. Dari SWOT analysis, perusahaan dapat melihat kekuatan & kelemahan yang ada dalam perusahaan dengan membandingkan ke kompetitor sejenis, sehingga dapat dilakukan antisipasi untuk meminimalisir kelemahan perusahaan dan menjaga konsistensi kekuatan kita dengan mempertimbangkan faktor eksternal seperti peluang dan ancaman dari luar yang dapat menghambat keberlangsungan kegiatan bisnis perusahaan (sustainable business operational)

8. Operations Di dalam membuat rencana bisnis (business plan), pengusaha perlu menghitung biaya operasional dalam menjalankan kegiatan usahanya, mulai dari biaya produksi, biaya SDM, biaya maintenance, ataupun biaya lainnya. Hal ini sangat penting dilakukan sehingga dapat mengantisipasi kerugian yang timbul dari kegiatan bisnis. Selain itu, para investor (penanam modal usaha) perlu mengetahui alokasi dana secara rinci dan logis yang akan di gunakan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional bisnis perusahaan.

9. Financial Planning Perencanaan keuangan (financial planning) merupakan faktor yang sangat penting dalam membangun suatu bisnis. Dalam membuat rencana keuangan, perusahaan perlu melakukan formulasi atau perhitungan atas modal dana (capital) yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional usahanya, serta bagaimana membuat dan menggontrol anggaran (budgeting) untuk menjalankan proses bisnisnya. Semua Hal ini harus diperhitungkan secara matang dan tepat untuk mencegah kerugian yang timbul dari kegiatan tersebut.

10. Timeline Business Project Investor perlu mengetahui timeline project yang dibutuhkan ataupun yang akan dilakukan oleh pengusaha di dalam membangun bisnis usahanya. Perlu dibuatkan timeline tahapan dalam pengembangan bisnis secara jelas dan logis sehingga para investor dapat percaya untuk menanamkan modalnya untuk perusahaan tersebut.

Perencanaan bisnis (Business Plan) yang baik harus mampu dapat menjawab 3 pertanyaan penting bagi investor atau kreditur:
  1. Apakah saya dapat menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini? Pertanyaan ini ingin berusaha menyakinkan kepada investor atau kreditur mengenai risiko dan imbal hasil, jika mereka berinvestasi di bisnis Kita.
  2. Apakah saya menyukai dan mengerti bisnis tempat saya berinvestasi ini?
  3. Apakah saya mempercayai orang-orang dengan siapa saya berinvestasi?

Oleh karena itu, melalui sebuah business plan yang mantap akan memberi jaminan yang lebih keseriusan dari pengelola bisnis yang bersangkutan. Business plan juga merupakan cara Anda untuk meyakinkan pihak investor atau pemberi dana hibah di perusahaan yang akan Anda buat. Business plan yang baik akan mengandung isian yang jelas dan mudah dipahami apa sebenarnya yang menjadi maksud tujuan, upaya-upaya, gambaran target, strategi dan sebagainya.


Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »

Innovation Rules

0 comments
Dalam tahun-tahun terakhir ini, kita melihat begitu banyak perubahan bisnis di sekitar kita. Terutama perubahan yang disebabkan perkembangan teknologi internet. Produk seperti transportasi on line, belanja on line, dan sebagainya menunjukkan bagaimana produk-produk tersebut mendominasi industri dan mengalahkan dengan telak produk konvensional. Apakah yang terjadi dengan kemampuan produk-produk baru tersebut merebut konsumen dan sulit dikejar oleh produk konvensional? Jawaban singkatnya adalah inovasi.

Konsep inovasi memang bukan hal yang baru, namun bentuk konkritnya baru sering kita lihat dewasa ini. Peter Drucker seorang guru manajemen pernah mengatakan bahwa ada dua hal yang paling penting dalam bisnis yaitu marketing dan inovasi, sedangkan hal lainnya merupakan faktor biaya. Dahulu inovasi hanya milik perusahaan besar yang mampu menginvestasikan sumberdaya pada unit kerja penelitian dan pengembangan. Sedangkan perusahaan menengah dan kecil karena keterbatasan sumberdaya tidak banyak yang melaksanakan inovasi. Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan akses terhadap teknologi yang semakin luas bagi seluruh kalangan, inovasi dewasa ini banyak terlihat justru pada perusahaan skala kecil yang baru tumbuh yang kita kenal dengan istilah startup company.

Inovasi merupakan realisasi ide kreatif yang menciptakan nilai tambah sehingga dapat menjadi kapitalisasi pada hasil bisnis. Inovasi dapat kita lihat hasilnya sebagai suatu penciptaan nilai tambah pada proses atau juga suatu penciptaan nilai tambah pada produk. Jadi inovasi dapat berupa inovasi proses dan inovasi produk. Pada kegiatan inovasi produk, sering kali didapat hasil yang luar biasa, seperti mobil terbang, robot, dll. Kegiatan inovasi yang menghasilkan penemuan produk baru kita kenal dengan istilah invention (penemuan). Sedangkan inovasi proses dapat juga dilakukan secara radikal dan menyeluruh yang kita kenal dengan konsep process reengeneering.

Menurut Tony Davila dkk dalam bukunya Making Innovation Work, inovasi bukanlah suatu formula rahasia, namun lebih merupakan proses manajemen yang perlu dijalankan dengan disiplin tinggi. Untuk dapat mewujudkan inovasi di dalam organisasi, diperlukan tujuh rumusan dari manajemen inovasi, yaitu;

1. Leadership yang kuat, yang mampu mendorong dan memberi semangat dalam rangka menhasilkan nilai tambah yang nyata. Peran pemimpin adalah merumuskan arah dan strategi dengan jelas.

2. Inovasi perlu dibangun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mentalitas dasar perusahaan.

3. Inovasi perlu selaras dengan strategi bisnis organisasi

4. Keseimbangan antara ide kreatif sebagai input dan nilai tambah yang tercipta pada output perlu dijaga sehingga menghasilkan kapitalisasi bisnis yang maksimum.

5. Diperlukan komitmen untuk memberantas sikap yang cari aman dan resisten terhadap kegiatan inovatif

6. Jaringan inovasi baik secara internal maupun eksternal organisasi perlu dibangun sebagai struktur inovasi
Pengukuran yang nyata dan tepat serta penghargaan yang tepat akan membangun perilaku inovatif yang diinginkan.

7. Dari tujuh rumusan manajemen inovasi menurut Tony Davila di atas, dapat kita abstraksikan menjadi 3 hal yang utuma, yaitu kepemimpinan, budaya, dan sistem manajemen.

Kepemimpinan yang kuat merupakan kepemimpinan kolaboratif yang mampu mengelola perbedaan demi menghasilkan ide kreatif yang lebih besar. Kepemimpinan yang mampu mendorong setiap orang untuk melakukan ekplorasi terhadap ide kreatif. Kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan berbagai kontribusi dari berbagai pihak sehingga tercipta jaringan yang terintegrasi di dalam organisasi. McKinsey Consulting mencoba membuat model terkait dengan Leadership Innovation sbb;
Sumber:http://www.mckinsey.com/business-functions/strategy-and-corporate-finance/our-insights/leadership-and-innovation


Budaya inovasi merupakan hal yang tidak mudah diwujudkan, apalagi jika organisasi berhadapan dengan tekanan persaingan dan keterbatasan sumberdaya. Budaya inovasi merupakan akumulasi dari perilaku-perilaku anggota organisasi yang terus menerus dilakukan sehingga membetuk kebiasaan secara kolektif. Budaya inovasi akan menjadi ciri khas dan karakter suatu organisasi oleh pihak lain yang menilainya. Budaya yang tidak menyalahkan, budaya yang menghargai perbedaan, budaya yang belajar dari kegagalan, budaya yang terbuka bagi anggota organisasi menyampaikan ide dan gagasannya, dan sebagainya. Manfaat dari terwujudnya budaya inovasi merupakan harapan dari semua organisasi, seperti yang digambarkan pada gambar berikut ini;
Sumber: https://businessinnovationculture.squarespace.com


Sistem manajemen yang memberikan dukungan anggota organisasi secara jelas memahami arah, sasaran, tujuan yang terukur, mulai dari tataran strategis dalam rencana strategis organisasi sampai pada tataran teknis operasional dalam berbagai dokumen Stardar Operasional Prosedur, Pedoman, aturan, dll. Sistem manajemen yang menghasilkan daya pembeda antara target yang tercapai dan target yang belum tercapai, yang pada akhirnya menghasilkan penghargaan dalam sistem manajemen kinerja yang terukur, obyektif, dan transparan. Salah satu contoh sistem manajemen inovasi yang disebut dengan IMPA (Innovation Management Platform) dapat dilihat pada gambar berikut ini;





Sumber: http://www.altran.ch/de/unsere-dienstleistungen/solutions/life-cycle-experience/impa-innovation-management-platform.html#.WN4pW_mGPDc

Inovasi merupakan konsep yang masih terus akan berkembang dan memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan kinerja organisasi. Persaingan bisnis akan lebih banyak ditentukan bagaimana perusahaan mampu mewujudkan inovasi dalam organisasinya, baik inovasi proses maupun inovasi produk. Dalam hal ini kepemimpinan, budaya, dan sistem manajemen inovasi merupakan rumusan yang perlu direncanakan, diimplementasikan, dan dievaluasi serta ditingkatkan terus menerus.


Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »