Showing posts with label Perspektif Learning and Growth. Show all posts

Perspektif Learning and Growth

0 comments
Pendekatan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaan, terdapat 4 (empat) persepektif yang dapat diukur, yaitu Perspektif Financial, Perspektif Customer, Perspektif Internal Process, dan Perspektif Learning and Growth. Perspektif Learning and Growth merupakan salah satu perspektif yang bersifat intangible / tidak dapat diraba, namun merupakan perspektif mendasar yang dapat mendukung ketiga perspektif lainnya. Dengan kata lain, pengetahuan, kemampuan serta keahlian yang dimiliki oleh karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan aset perusahaan yang tidak dapat dinilai dengan nominal rupiah, namun sangat berperan penting dalam menghasilkan sebuah output yang diharapkan oleh perusahaan.

Menurut Norton dan Kaplan pada tahun 2004, di dalam pengukuran Perspektif Learning and Growth ini, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu Human Capital, Information Capital, dan Organization Capital.


a. Human Capital
Faktor human capital merupakan keseluruhan faktor dari sumber daya manusia yang perlu diperhatikan oleh perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan. Mulai dari manajemen pembelajaran karyawan, evaluasi kinerja karyawan, pengembangan kompetensi karyawan, dan lain-lain. Untuk dapat memenuhi tujuan perusahaan, maka produktifitas dan kapabilitas seorang karyawan haruslah baik. Dan untuk menghasilkan produktifitas dan kapabilitas karyawan yang baik, perusahaan wajib memberikan skill dan knowledge yang dibutuhkan oleh masing-masing karyawan. Proses sharing knowledge ini dapat diberikan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan training. Training yang diberikan secara tepat sasaran akan meningkatkan skill, knowledge, serta kapabilitas karyawan dalam melakukan tugas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan.

b. Information Capital
Informasi merupakan faktor dasar yang sangat dibutuhkan dalam setiap proses di perusahaan. Sehingga seluruh sistem informasi dalam perusahaan haruslah terintegrasi, agar informasi dapat diperoleh dengan cara yang mudah, tepat, dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam proses pencariannya.

c. Organization Capital
Memilih risiko-risiko yang paling tepat untuk menjadi prioritas perhatian bagi perusahaan, dengan pertimbangan detail risiko tersebut dan gambaran serta kondisi perusahaan, baik secara internal maupun eksternal.

Berikut ini kerangka yang menunjukan hubungan antara sumber daya manusia, sistem informasi, serta culture organisasi terhadap hasil kerja:

Dari keseluruhan faktor yang diperhatikan dalam perspektif Learning and Growth, menunjukan bahwa perspektif ini sangat mendukung perusahaan untuk menjadi organisasi pembelajar, sekaligus mendorong perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang. Dimana sumber daya manusia merupakan sumber terpenting dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Magna Transforma Consulting Group merupakan lembaga konsultansi yang memiliki banyak pengalaman dalam penerapan Balanced ScoreCard, baik di lembaga pemerintah, swasta, dan BUMN, dengan berbagai latar belakang industri. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group.



Penulis: Indah Ayu P.

Read More »

Perspektif Balanced Scorecard

0 comments


Pada Balenced Scorecard, konsep yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton dijelaskan bahwa penilaian kinerja perusahaan dinilai bukan hanya dari faktor financial, tetapi ada beberapa faktor lain yang dapat mencerminkan kinerja sebuah perusahaan, departemen bahkan karayawan dari perusahaan itu sendiri. Financial bukan hanya satu-satunya factor yang dapat mencerminkan kinerja perusahaan, karena perspektif financial yang baik tidak dapat menjamin sebuah perusahaan dapat terus bertumbuh dan berkembang dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk dapat membuat sebuah perusahaan memiliki kinerja yang baik dan terus berkembang, diperlukan adanya strategi yang dituangkan dalam bentuk tindakan nyata dalam perusahaan. Tindakan inilah yang menjadi perspektif non financial yang dapat mendorong pertumbuhan financial perusahaan, sehingga penilaian kinerja bukan hanya sekedar penilaian financial.


Robert S. Kaplan dan David P. Norton menyebutkan bahwa dalam proses penilaian kinerja, terdapat empat faktor penting, yaitu perspektif Financial, Customer, Internal Process, serta Learning and Growth. Keempat perspektif ini saling berhubungan satu sama lain, dimana perspektiff financial dan Customer merupakan sebuah akibat atau hasil dari sebuah sebab / tindakan Internal Process serta Learning and Growth.



1. Perspektif Financial
Pengukuran secara financial menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan perusahaan. Menurut Kaplan, dalam pengukuran secara financial terdapat tiga tolak ukur yang diperlukan, yaitu:
a. Pertumbuhan pendapatan dan kombinasi pendapatan yang dimiliki organisasi bisnis.
b. Penurunan biaya dan peningkatan produktifitas.
c. Penggunaan aset yang optimal dan strategi investasi.
Ketiga strategi diatas digunakan sesuai dengan keberadaan industri/perusahaan yang dimiliki. Kaplan menggolongkan tiga tahap perkembangan industri yaitu, growth, sustain, dan harvest.

2. Perspektif Customer
Customer cenderung akan berpindah jika pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan customer. Namun jika pelayanan atau kinerja ditingkatkan, pelanggan akan tetap setia untuk menggukan jasa atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Jika kinerja buruk, bukan tidak mungkin perusahaan akan kehilangan Customer dimasa yang akan datang walaupun pada saat ini perusahaan memiliki kinerja financial yang baik. Hal inilah yang menyebabkan perspektif Customer sangatlah penting dalam penilaian kinerja. Pada Perspektif Customer, terbagi menjadi dua kelompok pengukuran, yaitu Customer Core Measurement dan Customer Value Propositions.

a. Customer Core Measurement
Pada kelompok pengukuran ini, terdapat lima komponen ukuran, yaitu : Market Share, Customer Retention, Customer Acquisition, Customer Satisfaction, dan Customer Profitability. Dimana kelima komponen ukuran ini saling berhubungan sebab akibat yang digambarkan pada gambar dibawah ini.




Sumber : Kaplan, Norton, The Balanced Scorecard: Translating Strategy Into Action, 1996

b. Customer Value Propositions
Customer Value Propositions merupakan faktor pendorong dari peningkatan kepuasan pelanggan dan loyalitas terhadap sebuah jasa atau produk sebuah perusahaan. Dalam Customer Value Proposition, waktu, mutu dan kualitas merupakan faktor pendorong dari sebuah kepuasan pelanggan.

3. Perspektif Internal Process
Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seluruh unit kerja. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan harapan customer. Pada perspektif ini, terdapat tiga hal yang menjadi fokus perusahaan yaitu:
a. Proses inovasi
b. Proses operasi
c. Proses pasca penjualan

4. Perspektif Learning and Growth
Kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh para karyawan di dalam perusahaan adalah sebuah aset perusahaan. Kemampuan dan keahlian memang tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, tetapi merupakan faktor pendorong atau penyebab dalam pencapaian kinerja baik dalam perspektif financial, maupun perspektif pelanggan. Pengukuran perspektif Learning and Growth bertujuan untuk mendorong seluruh perspektif agar dapat mencapai target. Dalam pengukuran perspektif ini, terdapat empat tolak ukur yaitu:
a. Employee Capabilities
b. Information System Capabilities
c. Motivation, Empowerment and Aligment


Magna Transforma Consulting Group telah banyak membantu organisasi meningkatkan kinerjanya sehingga mampu bersaing secara kompetitif dalam persaingan industry global, melalui penerapan Balanced Scorecard yang solid dutunjang dengan dashboard management software Transformer yang dikembangkan oleh para Konsultan di Magna Transforma Consulting Group.

Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group.             



       







 Penulis: Indah Ayu

Read More »