Showing posts with label Clara Devinta. Show all posts

Pentingnya Kajian Lingkungan Eksternal dan Industri bagi Strategi Perusahaan

0 comments

Manajemen strategi merupakan serangkaian proses pengambilan keputusan strategis, yaitu keputusan yang bersifat jangka panjang, menyeluruh, dan prioritas. Strategi ini sangat penting karena dapat mempengaruhi arah jalannya perusahaan secara menyeluruh. Kesalahan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang, menyeluruh dan prioritas ini tentu sangat tidak diharapkan karena dapat merusak stabilitas dan mengancam kelangsungan perusahaan. Untuk itu, diperlukan kajian secara mendalam dalam merumuskan keputusan strategis ini.
Proses perumusan keputusan strategi tidaklah cukup dilakukan dengan hanya mengkaji sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kapabilitasnya. Kajian secara mendalam mengenai kondisi lingkungan dan peluang-peluang yang ada tentu dibutuhkan. Tidak hanya itu, mengingat kondisi perekonomian yang pasang surut di Indonesia saat ini tentu perubahan dan perkembangan pada masa mendatang yang akan dialami oleh seluruh organisasi bisnis dan perusahaan harus turut diperhitungkan. Proses perumusan keputusan strategis dapat dimulai dengan pengkajian dan analisis bidang eksternal, analisis lingkungan dan analisis persaingan, dan selanjutnya dilakukan pengkajian dan analisis bidang internal seperti ditunjukkan oleh Gambar 1 berikut.

Gambar 1. Proses Perumusan Kebijakan Strategis
(Sumber: Assauri: Strategic Management Sustainable Competitive Advantages, hal 38)
Pembahasan kali ini berfokus pada kajian perumusan manajemen strategi dalam analisis bidang eksternal dan industri sebagai langkah awal dalam proses perumusan keputusan strategis, yaitu pelaksanaan penilaian peluang bisnis yang akan dihadapi. Suatu peluang adalah keadaan dalam lingkungan umum dan makro, yang bila diolah dan digunakan secara optimal dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan suatu ancaman merupakan keadaaan dalam lingkungan umum dan makro, yang dapat menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Untuk mengamati lingkungan tersebut, seorang manajer strategis harus memahami berbagai faktor eksternal yang memiliki pengaruh terhadap kondisi internal perusahaan bagi pencapaian keunggulan strategi bersaingnya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya kegiatan operasional perusahaan dalam suatu industri adalah :
1. Faktor Ekonomi, antara lain adalah Trend G.D.P., tingkat bunga, tingkat inflasi, tingkat pengangguran, pasar mata uang, disposable income, serta pengendalian harga dan upah.

2. Faktor Teknologi, antara lain adalah Patent protection, New Products, Internal availability, infrastruktur telekomunikasi, pengembangan teknologi baru, transfer dari lab ke pasar, Focus technological efforts, Total industry spending for R&D, dan Productivity Improvements through Automation.

3. Faktor Politik dan Hukum, antara lain KPPU atau Peraturan Antitrust, Peraturan Perpajakan, Stabilitas Pemerintahan, Peraturan tentang Outsourcing, Peraturan Perdagangan Luar Negeri, Peraturan Imigrasi, dan Ketentuan Global Warming.

4. Faktor Sosial Budaya, antara lain adalah Perubahan Gaya Hidup , Ekspektasi Karir, Life expectancies, Pension Plans, Health Care, Tingkat Kelahiran, Distribusi Umur dari Populasi, Tingkat Pendidikan, Tingkat Pertumbuhan Penduduk dan Perpindahan Penduduk dalam Regional.

Pengkajian dan penganalisaan Lingkungan Eksternal suatu perusahaan haruslah dilakukan secara rinci dan mendalam. Cakupan kajian dan analisis Lingkungan eksternal perusahaan tergambar pada Gambar 2 sebagai berikut.

Gambar 2. Lingkungan Eksternal
(Sumber: Irelrand et al: Management of Strategy, hal 23)
Ketujuh faktor yang terdapat pada Gambar 2 atau faktor Lingkungan Umum Makro tersebut mempengaruhi jalannya operasional perusahaan. Dalam upaya untuk mencapai suatu keberhasilan, maka perlu diformulasikan suatu strategi yang efektif dengan memanfaatkan adanya peluang bisnis, yang dalam hal ini diciptakan oleh lingkungan eksternal.
Dalam analisis lingkungan industri, perlu dilakukan pengkajian kelompok yang berkepentingan dari perusahaan dalam suatu industri, yaitu pemasok dan pelanggan, serta tiga pemain utama yang berperan dalam industi yaitu perusahaan, para pesaing, dan pelanggan. Lingkungan industri adalah sejumlah faktor yang mempengaruhi langsung suatu perusahaan, dan aksi serta reaksinya. Terdapat 5 faktor dalam lingkungan industri yang tergambar pada Gambar 3 seperti berikut.

Gambar 3. Lingkungan Industri
(Sumber: Irelrand et al: Management of Strategy, hal 45)
Dalam analisis lingkungan industri ini terdapat interaksi di antara 5 faktor kekuatan dalam suatu industri, yang nantinya akan dapat mempengaruhi besarnya laba potensial suatu perusahaan. Dengan kajian atas pengaruh terhadap laba potensial industri, maka akan terdapat pertimbangan tentang tindakan keputusan perusahaan sebagai aksi strategis atau strategic action. Tantangan yang dihadapi suatu perusahaan adalah upaya untuk memposisikan perusahaan tersebut di dalam industri, agar perusahaan itu dapat melakukan tindakan atau aksi yang menghasilkan keuntungan. Dengan demikian tindakan perusahaan itu dapat mempengaruhi 5 faktor kekuatan untuk keberhasilan bertahan terhadap pengaruh yang ada.
Perusahaan yang memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mempengaruhi lingkungan industri akan berupaya merealisasikannya agar dapat menghasilkan keuntungan atau return diatas rata-rata industri. Upaya untuk merealisasikan keinginan tersebut dirumuskan dalam strategi oleh seorang manajer. Strategi yang harus dijalankan perusahaan adalah dengan mendiferensiasikan hasil perusahaan secara positif terhadap para pesaingnya. Strategi yang dirumuskan tersebut dapat direalisasikan dengan memanfaatkan keunggulan perusahaan tersebut secara relatif dalam upaya memuaskan kebutuhan pelanggannya.
Dari pembahasan diatas, kita telah mengerti pentingnya kajian serta analisis dari lingkungan eksternal dan industri dalam proses perumusan strategis suatu perusahaan. Strategi yang tepat sangat diperlukan dalam mengantisipasi dan menghadapi berbagai perubahan dan dinamika yang akan terjadi di masa mendatang yang dapat berupa ancaman maupun peluang demi mendapatkan profit yang besar sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dan tentunya menjaga kelangsungan hidup perusahaan.



Penulis: Clara Devinta



Read More »

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) SEBAGAI “TINDAKAN ANTISIPASI”

0 comments

Setiap bisnis atau usaha tentunya memiliki rangkaian proses pada tiap pekerjaan. Proses pada pekerjaan ini harus dirancang dan dikembangkan dengan baik. Hal ini untuk menghindari kecelakaan atau kerusakan selama pekerjaan itu dilaksanakan. Untuk itu perlu dibuat suatu prosedur tetap yang bersifat standar, sehingga siapa saja, kapan saja dan dimana saja dilakukan langkah-langkahnya tidak berubah. Prosedur ini dirasa perlu apalagi dengan perkembangan perusahaan dan kompleksitas bisnis serta dinamika yang ada. Prosedur yang bersifar standar itu juga sebagai tindakan antisipasi agar sumber daya manusia (karyawan) baik yang baru maupun yang lama dapat menjalani pekerjaan mereka sesuai prosedur.

Prosedur standar seperti yang disebutkan diatas dapat disebut Standard Operating Prosedure atau biasa disingkat SOP. SOP memiliki beberapa pengertian menurut para ahli. Pengertian SOP menurut Istyadi Insani, dalam bukunya yang berjudul Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman pelaksanaan administrasi perkantoran dalam rangka peningkatan pelayanan. Pada buku United States Environmental Protection Agency menyatakan bahwa pada hakekatnya SOP berarti suatu cara untuk menghidari miskomunikasi, konflik dan permasalahan pada pelaksanaan tugas/pekerjaan pada suatu organisasi. Selanjutnya menurut Gareth R. Jones dalam buku Organiszational Theory, menyatakan bahwa SOP merupakan bagian dari peraturan tertulis yang membantu untuk mengontrol perilaku anggota organisasi.


Intinya, SOP mengatur bagaimana proses pekerjaan dilakukan, siapa yang harus mengerjakan, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang memberi persetujuan, kapan dilakukan, dokumen apa yang harus disiapkan dan keterangan pendukung lainnya. Pada dasarnya, SOP merupakan sebuah alat manajemen untuk membuat keseragaman pola bisnis, keseragaman pola kerja dan keseragaman kualitas dari sebuah proses atau produk yang akan dibuat atau laksanakan.

SOP sangat dibutuhkan dalam perusahaan sebagai pedoman dalam melakukan suatu proses pekerjaan. Bisa dibayangkan, tanpa pedoman yang baku (SOP) tentunya akan menimbulkan kebingungan di antara karyawan. Permasalahan yang ada dapat saja tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun muncul berulang-ulang. Karyawan maupun pimpinan yang sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing biasanya tidak memiliki cukup waktu untuk mengurusi problem yang terjadi di dalam unit bisnisnya. Padahal, problem yang selalu terjadi berulang-ulang, dapat disebabkan adanya kesalahan dalam prosedur kerja dan hal itu hanya dapat diperbaiki dengan cara mendesain ulang SOP yang sudah ada. Pentingnya SOP membuat perencanaan dan pembuatan SOP yang baik sangat dibutuhkan demi membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.

SOP dapat berupa narasi, flowchart yang berisi urutan dan keterangan suatu pekerjaan, maupun gabungan antara narasi dan flowchart. Contoh bentuk SOP dapat dilihat pada gambar berikut:





Magna Transforma Consulting Group sebagai salah satu perusahaan konsultasi, memiliki banyak pengalaman dalam membantu perusahaan-perusahaan yang ingin mempertahankan keberlangsungan proses dari kegiatan perusahaannya. Magna transforma Consulting Group memiliki konsultan-konsultan yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam membantu perusahaan perusahaan menyusun Standard Operating Procedure (SOP). Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan SOP hingga proses implementasi dan audit.

Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group.             



       











 Penulis: Clara Devinta, ST.

Read More »