5 Behaviors of Leaders Who Embrace Change

0 comments
Adopsi dari: Edith Onderick-Harvey (Harvard Business Review, May 2018,  
https://hbr.org/2018/05/5-behaviors-of-leaders-who-embrace-change)

Dalam lingkungan bisnis saat ini, kelincahan dalam perubahan (change agility) harus menjadi bagian dari DNA organisasi dan pemimpin yang baru.


Para pemimpin yang sukses dalam melakukan perubahan di semua level organisasi menanggapi perubahan dalam lingkungan bisnis dengan memanfaatkan peluang, termasuk membuang model yang lama dan mengembangkan cara-cara yang baru dalam menjalankan bisnis. Para pemimpin tersebut akan mencoba untuk membuat perubahan dalam pola berpikir yang dapat menyebar dan menanamkannya ke dalam semua hal yang mereka lakukan dari interaksi sehari-hari yang paling mendasar hingga strategi yang paling kompleks.


Pemimpin yang melakukan perubahan dapat ditunjukkan dari lima (5) perilaku yang terintegrasi bersama-sama menciptakan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Kelima perilaku tersebut antara lain:


1. Membagikan tujuan yang jelas dan meyakinkan

Tujuan adalah untuk melakukan tindakan. Kelincahan perubahan membutuhkan sebuah jawaban atas pertanyaan, “mengapa?”, sehingga orang dapat melawan instingnya untuk menolak perubahan. Jawabannya perlu memanfaatkan apa yang bermakna dan penting, sehingga dapat mengundang orang untuk datang dan ikut terlibat dalam perubahan yang akan dilakukan. Jika anda tidak dapat mengartikulasikan tujuan yang jelas dibelakang perubahan yang dilakukan, tidak mungkin karyawan anda akan dapat menerapkannya.


2. Lihat kedepan dan lihat peluang

Sebagian besar pemimpin memandang ini sebagai peran dari senior eksekutif. Untuk menanamkan kelincahan perubahan kedalam budaya anda, para pemimpin lini tengah dan depan, yang paling dekat dengan pasar, pelanggan, dan operasional harian perlu di-dorong untuk melihat peluang yang ada dalam pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.



Untuk membangun perilaku ini kedalam organisasi, pemimpin seharusnya:


    a)  Mencari dan membuat peluang berdasarkan percakapan biasa yang dilakukan. Cukup ajukan               pertanyaan seperti “Apa yang dibicarakan pelanggan kami? Menurut Anda, apa yang akan                     mereka inginkan satu atau dua tahun dari sekarang? Tren baru apa yang menurut Anda akan               memengaruhi kita? ”Mengirimkan pesan bahwa melihat ke depan itu penting. 

    b) Sediakan ruang untuk bereksperimen. Ketika sebuah potensi peluang diidentifikasi, berikan ijin           bagi individiu atau kelompok untuk bereksperimen dengan ikut ambil bagian dari peluang                     tersebut. 

    c) Beriklan tentang kesuksesan. Ceritakan kisah kesuksesan para pemimpin lini depan yang                       berhasil melihat dan mengidentidikasi peluang pada saat acara kantor sehingga dapat                           memotivasi individu lainnya. 


3. Mencari tahu apa yang tidak berhasil 

Selama masa integrasi akuisisi atau bahkan penggabungan unit bisnis internal, akan ada kabar buruk dimana perusahaan perlu belajar dari hal tersebut. Tetapi agar pembelajaran yang nyata dapat terjadi, orang perlu merasa aman secara psikologis untuk berbagi hal yang baik, buruk dan jelek.


4. Mempromosikan pengambilan resiko dan eksperimen yang terkalkulasi 

Terlalu sering bagi perusahaan tradisional dalam menanggapi suatu perubahan dengan kata, “mengapa?”, akan tetapi kelincahan perubahan membuat para pemimpin berkata, “mengapa tidak?” dan selalu menciptakan berbagai macam peluang melalui eksperimen yang dilakukan.

5. Mencari kemitraan yang mencakup batas 

Ketika suatu pekerjaan menjadi lebih kompleks, maka dibutuhkan tim dan kolaborasi lintas batas untuk dapat membangun produk, menarik pelanggan dan mencapai hasil. Pemimpin dan organisasi yang lincah melakukan perubahan dapat menggantikan silo fungsional dengan organisasi formal dan informal yang dapat memungkinkan untuk arus informasi yang cepat dan pengambilan keputusan mengenai produk, pelanggan, atau wilayah.

Kelima perilaku ini, ketika digunakan bersama satu sama lain, menciptakan pergeseran budaya yang meningkatkan kelincahan perubahan. Mereka adalah pergeseran yang perlu dibuat di semua tingkat kepemimpinan.


Penulis : Yose Foejisanto, SE, M.Sc

Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com/ / 021. 29022118


Read More »

Digital Strategy

0 comments
Sering kita istilah strategi yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pertandingan sepak bola misalnya, masing-masing klub memiliki strategi untuk memenangkan pertandingan. Strategi dalam pertandingan sepakbola diwujudkan dalam formasi para pemain, misalnya formasi 4-4-2. Secara konseptual, strategi dapat kita artikan sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan. Strategi merupakan cara yang sengaja dipilih untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan dalam organisasi bisnis adalah profit yang didapat melalui penciptaan produk yang bernilai tambah, sedangkan tujuan organisasi bagi organisasi non profit seperti lembaga pemerintahan merupakan mandat yang harus dicapai. Secara umum tujuan organisasi tersebut tertuang dalam visi dan misi organisasi. Jadi strategi dalam konteks organisasi adalah cara untuk mencapai visi dan melaksanakan misi organisasi.
Menurut Michael Porter strategi adalah sekumpulan aktivitas yang dipilih oleh suatu organisasi dalam rangka menghasilkan nilai-nilai yang spesifik serta berbeda atau lebih baik dibandingkan dengan pesaing (It is a deliberate process of choosing a set of activities differently from competitors, in order to deliver a unique mix of value) (Porter:1998). Porter berpendapat bahwa strategi adalah cara untuk memberikan nilai tambah (unix mix of values) kepada pelanggan. Ada dua hal pokok yang bisa kita tangkap dari definisi strategi yang dikemukan oleh Porter, yaitu pertama bahwa strategi adalah sebuah pilihan dari berbagai alternatif yang bisa dipilih dan kedua bahwa strategi adalah sarana (cara) untuk memberikan nilai tambah. Strategi diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah kepada pelanggan yang merupakan kunci dalam menjaga eksistensi organisasi dalam jangka panjang.
Lebih lanjut Porter menyampaikan bahwa ada tiga pilihan strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan yaitu cost leadership, differentiation, dan focus. Cost leadership berhubungan dengan perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa yang berada dalam industri komoditi, sehingga persaingan lebih dititikberatkan kepada efisiensi dan volume. Differentiation  berhubungan dengan perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa pada industri yang premium, sehingga persaingan lebih dititikberatkan kepada produk yang inovatif, unggul, dan pertama di pasar. Sedangkan pilihan strategi yang ketiga merupakan pilihan yang fokus kepada segmen dan target pasar tertentu dan  persaingan lebih dititik beratkan kepada menghasilkan mass custumization pada segmen pasar tersebut.



 Michael Traecy dan Fred Wiersema dalam bukunya The Discipline of Market Leaders, mengemukakan gagasan yang sama, yaitu bahwa pilihan strategi dapat didasarkan kepada disiplin nilai yaitu operational exellence, product leadership, dan customer intimacy. Ciri dari masing-masing pilihan strategi ini adalah menghasilkan nilai tambah yang berbeda kepada pelanggan seperti yang digambarkan sbb:



Kalau kita bandingkan maka terdapat keselarasan antara konsep strategi yang disampaikan oleh Porter dan konsep strategi yang disampaikan oleh Tracy dan Wiersema. Walaupun perbedaannya dapat kita katakan bahwa Porter lebih menekankan kepada membangun keunggulan kompetitif dalam industri secara makro sedangkan Tracy dan Wiersema lebih menekankan kepada disiplin nilai dalam perusahaan secara mikro.



     Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, terutama teknologi informasi yang menyebabkan perubahan cara berbisnis dan perubahan dalam peta persaingan, Joe Wienman dalam bukunya Digital Disciplines, menyatakan bahwa perkembangan dunia digital menyebabkan perubahan persaingan dan oleh karena itu perusahaan perlu menyesuaikan strateginya. Dengan menggunakan konsep disiplin nilai dari traecy dan Wiersema, Joe menawarkan tiga pilihan strategi yaitu information exellence, solution leadership, dan collective intimacy.


        Sumber: https://www.slideshare.net/FCBPartners/fcb-partners-webinar-digital-disciplines-with-joe-weinman


         Information exellence merupakan konsep dimana pengelolaan data secara masif dan sistemik dapat dilakukan oleh komputer, sehingga penyajian dan pengelolaan data yang bersumber dari manajemen pengetahuan perusahaan dapat digunakan untuk mengambil keputusan dan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan secara sistematik dan berkesinambungan. Solution leadership  merupakan konsep dimana produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan perlu didukung dengan keseluruhan karakteristik yang melekat pada produk tersebut, termasuk pelayanan purna jual, moral, citra merk, dll, yang pada prinsipnya adalah memberikan ketenangan dan kebanggaan kekepada pelanggan yang menjadi konsumen tersebut. Collective intimacy merupakan konsep dimana hubungan dengan pelanggan digali lebih jauh, tidak hanya sebatas kepada hubungan pembeli dan penjual, namun kepada perilaku dan kebiasaan pelanggan yang dapat dianalisis untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.
   Analisa data yang cepat dan akurat saat ini sangat dimungkinkan dengan perkembangan teknologi informasi, dimana data secara volume, variasi, dan kecepatan dapat dikelola dengan tepat sehingga menghasilkan informasi yang akurat untuk menghasilkan inovasi dan memenangkan persaingan bisnis masa kini.





Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Groupwww.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »

The Elements of Value

0 comments

Saat pelanggan mengevaluasi produk atau layanan, mereka menimbang nilainya sesuai dengan permintaan harga. Marketer (pemasar) umumnya lebih fokus waktu dan energi mereka dalam mengelola sisi harga, karena kenaikan harga bisa langsung mendongkrak keuntungan. Tapi itu bagian yang mudah: Harga biasanya terdiri mengelola sejumlah angka dan sangat terkait dengat analisis dan taktik dalam memberikan harga.
Apa yang konsumen benar-benar hargai, bagaimanapun, bisa menjadi sulit Untuk menjabarkan dan rumit secara psikologi. Bagaimana bisa tim kepemimpinan secara aktif mengelola nilai atau cara merancangnya untuk  memberikan lebih dari yang diiharapkan, apakah itu fungsional (hemat waktu, reduksi biaya) atau emosional (mengurangi kecemasan, memberi hiburan)? Analisis pilihan diskrit yang mensimulasikan permintaan untuk kombinasi yang berbeda Dari fitur produk, harga, dan komponen lainnya dan teknik penelitian serupa sangat kuat dan merupakan tools yang berguna, namun dirancang untuk menguji reaksi konsumen terhadap konsep nilai yang telah terbentuk sebelumnya –konsep yang terbiasa dinilai oleh para manajer. Datang dengan konsep baru membutuhkan antisipasi apa lagi yang mungkin dianggap orang berharga.
Jumlah dan sifat nilai pada tertentu produk atau layanan selalu berada di mata yang melihatnya, tentu saja. Namun universal building block tentang nilai memang ada, menciptakan peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya di pasar saat ini atau masuk ke yang baru. Model nilai pelanggan (consumer value) memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan kombinasi baru dari nilai produk dan layanan yang dapat diberikan. Kombinasi yang tepat, ditujukkan oleh analisis kami, memberikan hasil pada loyalitas pelanggan yang lebih kuat, kesediaan pelanggan yang lebih besar dalam mencoba suatu merek, dan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.


Gambar Piramida Elements of Value
Kami telah mengidentifikasi 30 "elements of value" – atribut fundamental yang paling penting dan diskrit Formulir. Unsur-unsur ini termasuk dalam empat kategori: Fungsional, emosional, perubahan hidup (life changing), dan dampak sosial (social impact). Beberapa elemen lebih fokus ke dalam, utamanya menangani kebutuhan pribadi konsumen. Contoh, life changing elementmotivasi ada di inti dari produk pelacak latihan Fitbit. Lainnya Terfokus secara lahiriah, membantu pelanggan berinteraksi atau menavigasi dunia luar. Functional elementorganize (terorganisir) sangat penting bagi Container Store dan Intuit's TurboTax, karena keduanya membantu konsumen menangani dengan kompleksitas di dunianya.
Dalam penelitian kami, kami tidak menerima pernyataan konsumen bahwa atribut produk tertentu penting; tetapi kami mengeksplorasi apa yang mendasari pernyataan itu. Misalnya, ketika seseorang mengatakan bahwa banknya "nyaman", nilainya berasal dari beberapa kombinasi elemen fungsional menghemat waktu, menghindari kerumitan, menyederhanakan, dan mengurangi usaha (save time, avoids hassle, simplifies, dan reduce effort). Dan ketika pemilik Leica senilai $ 10.000 berbicara tentang kualitas produk dan gambar yang dibutuhkannya, life changing elementself actualization, yang timbul dari kebanggaan memiliki kamera yang digunakan fotografer terkenal.
Tiga dekade pengalaman melakukan riset dan observasi konsumen untuk klien korporat mendorong kami untuk mengidentifikasi 30 atribut mendasar ini, yang kami dapatkan dari sejumlah studi pelanggan kuantitatif dan kualitatif. Banyak penelitian yang melibatkan teknik wawancara "laddering" yang terkenal, yang mempertimbangkan preferensi awal konsumen untuk mengidentifikasi apa yang mendorong mereka.
Model kami menelusuri akar konseptualnya ke hierarki kebutuhan "hierarki kebutuhan psikolog Abraham Maslow", yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1943. Kemudian seorang anggota fakultas di Brooklyn College, Maslow berpendapat bahwa tindakan manusia muncul dari keinginan bawaan untuk memenuhi kebutuhan mulai dari yang sangat mendasar (keamanan, kehangatan, makanan, istirahat) ke yang kompleks (harga diri, altruisme). Hampir semua marketer (pemasar) saat ini akrab dengan hierarki Maslow. Elemen pendekatan nilai memperluas wawasannya dengan memusatkan perhatian pada orang-orang sebagai konsumen-yang menggambarkan perilaku mereka terkait dengan produk dan layanan.
Hal ini mungkin berguna untuk membandingkan secara singkat pemikiran Maslow dengan model kita. Marketer (pemasar) telah melihat hierarkinya terorganisir dalam sebuah piramida (walaupun kemudian menjadi penafsir, bukan Maslow sendiri, yang mengungkapkan teorinya seperti itu). Di bagian bawah piramida adalah kebutuhan fisiologis dan keamanan, dan di atas adalah aktualisasi diri dan transendensi-diri. Asumsi populer adalah bahwa orang tidak bisa mencapai kebutuhan di atas sampai mereka bertemu yang di bawah ini. Maslow sendiri mengambil pandangan yang lebih bernuansa, menyadari bahwa banyak pola pemenuhannya ada. Misalnya, pemanjat tebing mencapai selfactualization dengan ascents ribuan kaki yang tidak diketahui, mengabaikan pertimbangan keamanan dasar.
Demikian pula, unsur-unsur nilai piramida adalah model heuristik-praktis dan bukan sempurna secara teoritis - di mana bentuk nilai paling kuat tinggal di puncak. Untuk dapat memenuhi elemen orde tinggi tersebut, perusahaan harus menyediakan setidaknya beberapa elemen fungsional yang dibutuhkan dalam kategori produk tertentu. Tapi banyak kombinasi Elemen ada pada produk yang sukses dan layanan hari ini
Sebagian besar elemen ini telah ada selama berabad-abad dan mungkin lebih lama lagi, meski manifestasinya telah berubah seiring berjalannya waktu. Sambungan pertama kali diberikan oleh kurir yang membawa pesan sambil berjalan kaki. Lalu datanglah Pony Express, telegram, pos pneumatik, telepon, internet, e-mail, Instagram, Twitter, dan situs media sosial lainnya.
Relevansi elemen bervariasi menurut industri, budaya, dan demografi. Misalnya, nostalgia atau integrasi mungkin berarti sedikit bagi petani subsisten di negara-negara berkembang, sementara mengurangi risiko dan menghasilkan uang sangat penting bagi mereka. Demikian juga, sepanjang sejarah, aktualisasi diri telah berada di luar jangkauan kebanyakan konsumen, yang berfokus pada kelangsungan hidup (walaupun mereka menemukan pemenuhan melalui pencarian spiritual atau duniawi). Tapi apapun yang menghemat waktu, mengurangi usaha, atau mengurangi biaya merupakan nilai sangat berharga.

Penulis : Oky Simbolon, MT


Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Groupwww.magnatransforma.com / 021. 29022118


Read More »

Prinsip Dasar Penerapan Green SCM (Logistik)

0 comments
Dalam era globalisasi ini, distribusi dan logistic atau lebih dikenal dengan Green Supply Chain Management (GSCM) telah memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perdagangan dunia. Terlebih lagi persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi dan taktik bisnisnya khususnya dari segi distribusi dan logistik. Esensi dari persaingan adalah terletak dari bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan proses-proses dari penciptaan produk atau jasa yang lebih murah, memiliki mutu lebih baik, dan lebih cepat untuk memperolehnya (cheaper, better and faster) dibandingkan pesaing bisnisnya.

Green Supply Chain Management meningkatkan operasional pekerjaan dengan menggunakan solusi yang memperhatikan lingkungan:
•  Meningkatkan kelincahan: GSCM membantu untuk mengurangi risiko dan mempercepat inovasi;
•  Meningkatkan adaptasi: analisis GSCM sering menghasilkan proses yang inovatif dan perbaikan         terus menerus;
•  Mempromosikan keselarasan: GSCM melibatkan kebijakan negosiasi dengan pemasok dan                 pelanggan, yang menghasilkan keselarasan yang lebih baik dari proses bisnis

Terdapat beberapa penelitian mengenai evaluasi performansi GSCM. Mengaplikasikan konsep green ke dalam industri otomotif sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan, bersaing dalam kompetisi pasar, dan memastikan pemenuhan terhadap peraturan. Dalam rangka mencapai GSCM, perusahaan harus mengikuti prinsip-prinsip dasar yang ditetapkan dalam klausul-klausul yang ada pada ISO 14001 yang mengelola tentang Sistem Manajemen Lingkungan. Dengan demikian, perusahaan harus mengembangkan prosedur yang berkonsentrasi pada analisis operasi, perbaikan terus-menerus, pengukuran, dan tujuan target serta program. Sehingga dapat disimpulkan konsep dari GSCM ini didasarkan pada perspektif lingkungan, yaitu bagaimana mengurangi limbah dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan rantai pasok perusahaan industri. Hal ini merupakan aspek non finansial jangka panjang penting terkait dengan lingkungan yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam menjaga hubungan baik demi keberlanjutan kegiatan rantai pasoknya di masa yang akan datang.

Gambar 1. Elemen Pendukung Green SCM

Dalam implikasi pelaksanaan Green SCM terdapat beberapa fungsi operasional dan aktivitas-aktivitas penunjang diantaranya:
1.      Pengadaan hijau (Green Procurement) Pengadaan hijau berkaitan dengan keadaan lingkungan pembelian yang terdiri dari keterlibatan dalam kegiatan pengurangan pembelian, pemakaian ulang dan daur ulang bahan pada proses pembelian. Pengadaan hijau adalah salah suatu solusi untuk lingkungan dan ekonomi konservatif bisnis dan konsep memperoleh pilihan produk dan jasa yang meminimalkan dampak lingkungan. Adapun kegiatan-kegiatan dalam pengadaan hijau antara lain : 
a.   Pemilihan supplier Dalam sistem pengadaan hijau, pemasok tempat pembelian bahan hanya dari “mitra hijau” yang memiliki standar mutu lingkungan dan lulus proses audit serta mempertimbangkan pemasok yang mendapatkan ISO dan sertifikat terkait prestasi dalam konsep green.


b.   Mempromosikan kegiatan daur ulang dalam usaha meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
2.     Manufaktur hijau (Green Manufacturing) Manufaktur hijau merupakan proses produksi yang menggunakan input dengan dampak lingkungan yang rendah, sangat efisien dan menghasilkan sedikit bahkan tidak adanya limbah atau polusi. Manfaat dari penerapan manufaktur hijau yaitu dapat menurunkan biaya bahan baku, keuntungan efisiensi produksi dan meningkatkan citra perusahaan. Kegiatan-kegiatan dalam manufaktur hijau antara lain: 
a.   Pengontrolan penggunaan zat berbahaya, pemeliharaan kualitas air dan kontrol kualitas  input sebelum pengolahan.
b. Teknologi efisiensi energi yaitu dengan mengurangi daya konsumsi dalam produk, meningkatkan masa hidup produk untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kapasitas mesin,desain produk, dan lain-lain.
c.   Mempromosikan penggunaan kembali/ daur ulang, meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan. 

3.      Distribusi hijau (Green Distribution) Kegiatan dalam distribusi hijau yaitu kemasan hijau dan logistik hijau. 


a.      Kemasan hijau, meliputi hemat kemasan, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, bekerja sama dengan vendor untuk standarisasi kemasan, meminimalkan penggunaan bahan dan waktu untuk membongkar dan mempromosikan program daur ulang.

b.      Logistik hijau, meliputi pengiriman langsung ke pengguna situs, penggunaan kendaraan bahan bakar alternatif dan mendistribusikan produk dalam batch besar.
4.      Logistik balik (Reverse Logistic) Logistik balik merupakan proses mengambil produk dari konsumen akhir untuk tujuan meningkatkan nilai dan pembuangan yang tepat. Kegiatan-kegiatan dalam logistik balik antara lain pengumpulan, gabungan inspeksi/ pemilihan/ penyortiran, pemulihan, redistribusi dan pembuangan. 

Gambar 2. Framework Proses Implementasi GSCM
Green Supply Chain Management (GSCM) = Green Product Design + Green Material Management + Green Manufacturing Process + Green Distribution and Marketing + Reverse Logistics (RL) 

Jika ditarik pada suatu kondisi dalam negeri, Sistem green logistics memfasilitasi pengambilan limbah dari konsumen ke lokasi daur ulang. Konsep ini berawal dari kesadaran organisasi, masyarakat, dan pemerintah untuk menciptakan kondisi manufaktur, transportasi, dan proses distribusi yang minim polusi. Contoh penerapan green logistics adalah pengurangan konsumsi bahan bakar, penggunaan moda transportasi yang menimbulkan polusi (udara, suara) yang rendah, kerjasama dengan konsumen dan masyarakat dalam menghasilkan ide-ide baru untuk green logistics (misalnya penelitian di perguruan tinggi).

Penulis : Ghulam Nurul Huda

Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118



Read More »

Kunci dari Performance Review adalah Persiapan

0 comments
Membuat dan memberikan ulasan kinerja merupakan salah satu tugas yang paling menantang bagi para Manajer. Suatu hal yang sulit untuk memberikan ulasan yang berhasil mengarahkan dinamika emosional dan interpersonal sekaligus menyeimbangkan tujuan kompleks dan bersaing yang ada dalam beberapa ulasan kinerja. Beberapa pelatih eksekutif mengatakan bahwa sebagian besar klien mereka adalah meminta untuk memberikan umpan balik mengenai draft performance review yang sudah mereka susun sebelum mereka mengirimkannya. Sebagian besar waktu, umpan balik yang diberikan pelatih eksekutif berpusat di sekitar menanyakan kelima pertanyaan berikut kepada mereka:

What are your goals for the discussion?

Sebelum Anda mulai menyusun ulasan, pertimbangkan tujuan dan sasaran Anda untuk diskusi, dan evaluasi bagaimana tujuan ini dapat sesuai atau mungkin bertentangan dengan atau lawan satu sama lain. Misalnya, Anda mungkin ingin memberikan dorongan positif sekaligus memberi peringatan dan kesadaran pada orang lain. Atau Anda mungkin ingin anggota tim Anda memikirkan continuous improvement dalam beberapa pekerjaan tertentu sambil membuat perubahan yang signifikan pada orang lain. Tujuan Anda mungkin untuk berfokus pada individual performance, interaksi interpersonal, organizationa citizenship behavior, atau yang lainnya. Anda mungkin ingin berfokus pada kinerja para staf dalam peran mereka saat ini sekaligus juga memberikan kesempatan belajar untuk mencapai kesuksesan. Bagikan performance review dengan rekan, atasan, mentor, atau pelatih terpercaya, dan tanyakan apakah review yang Anda tulis sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai.

Are you focusing on their behavior, personality, or both?

Beberapa manajer percaya bahwa membentuk seseorang untuk sukses memerlukan fokus pada perilaku; Manajer lain berpikir bahwa hal tersebut berkaitan dengan suatu karakter atau kepribadian. Ada pro dan kontra untuk kedua pendekatan tersebut. Di satu sisi, berbicara tentang apa yang dilakukan oleh peninjau Anda dalam kasus tertentu tampak kurang menghakimi, lebih berbasis fakta, dan lebih beragam. Di sisi lain, membahas bagaimana seseorang tampil lebih umum dapat memberikan fokus yang lebih sederhana dan lebih holistik dengan tema yang lebih mudah diingat. Tapi seorang individu mungkin merasa dihakimi jika umpan baliknya lebih tentang siapa diri mereka daripada apa yang mereka lakukan. Akan sangat membantu jika mencoba menyeimbangkan antara aspek perilaku tentang bagaimana seseorang melakukan dan keseluruhan perasaan atau kesan yang diperoleh orang lain darinya. Jika peninjauan yang telah Anda rancang hanya mereferensikan kejadian atau produk kerja tertentu, Anda mungkin ingin menyertakan umpan balik ringkasan atau holistik. Sebaliknya, jika peninjauannya terlalu umum, ada baiknya untuk merujuk kejadian atau kiriman khusus.

Are you exercising your authority?

Menurut pengalaman para pelatih eksekutif, kebanyakan atasan ingin disukai, dan membujuk seorang karyawan untuk melihat berbagai hal seperti apa adanya. Tetapi jika seorang karyawan tampaknya tidak "mendapatkannya" dari waktu ke waktu, Anda mungkin harus lebih tegas dan pasti tentang persepsi Anda - dan juga persepsi orang-orang yang memberi umpan balik 360 derajat. Hal ini merupakan suatu “iming-iming” yang manis untuk menjaga keharmonisan dalam jangka pendek, namun hal itu tidak membuat individu sukses dalam jangka panjang. Hal ini juga merupakan suatu tantangan dalam review meeting untuk menyeimbangkan partisipatif dan demokratis, membiarkan orang lain mengendalikan diskusi, dan memvalidasi persepsi laporan langsung tentang kenyataan sementara juga menjalankan otoritas Anda sebagai atasan, mendefinisikan kenyataan seperti yang Anda lihat, dan mengendalikan meeting. Hal ini dapat menggoda bagi manajer untuk mengaitkan pesan yang lebih keras kepada orang lain dan memainkan peran delegasi untuk umpan balik negatif. Tapi lebih bermanfaat jika manajer memiliki umpan balik yang lebih jujur dan disampaikan secara langsung. Sebelum memberikan ulasan, lihatlah apa yang telah Anda susun untuk memastikannya dibaca sebagai berasal dari atasan daripada dari rekan atau bawahan.

Are you conveying the right tone?

Sangat mudah bersikap terlalu positif atau terlalu negatif dalam review meeting. Terkadang seorang karyawan yang sedang berjuang menghilangkan pesan bahwa semuanya berjalan dengan baik dalam kinerja pekerjaannya; Terkadang seorang karyawan bintang mungkin mengira Anda kecewa dengan seberapa baiknya dia melakukannya. Nada suara, ekspresi wajah, komunikasi nonverbal, dan emosi sangat banyak dalam diskusi review. Persepsi langsung Anda tentang bagaimana umpan balik positif atau negatif dapat menciptakan dinamika pemenuhan diri sendiri, dan sangat bergantung pada kepekaan mereka terhadap niat Anda, jadi penting untuk mempertimbangkan menyesuaikan pendekatan Anda dengan cara yang paling efektif dengan individu, kepribadian, Dan perspektif. Untuk review meeting yang sangat menantang, Anda mungkin ingin berperan dalam diskusi terlebih dahulu dengan pelatih atau kolega untuk memastikan Anda menyampaikan dengan nada yang benar dan siap untuk menanggapi tantangan atau penolakan dari atasan. Ini juga membantu menyeimbangkan fokus pada kinerja individu dengan mempertimbangkan faktor situasional yang membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah atau lebih sulit. Memperhitungkan konteks dapat memberikan tinjauan bahwa karyawan akan merasa seimbang, adil, membantu, dan memotivasi.

What next?

Komponen terpenting dari tindak lanjut ke review meeting adalah tujuan yang ingin dicapai individu dan Anda setujui. Agar bisa menjadi motivasi dan efektif, tujuan harus menantang tapi realistis. Mereka harus mencakup aspirasi kinerja dan pembelajaran, menyeimbangkan hasil masa lalu dalam peran dan persiapan mereka saat ini untuk peran masa depan. Tindak lanjut setelah pertemuan tinjauan kinerja harus mencakup hal-hal yang berupa laporan langsung apa yang harus Anda lakukan untuk meningkatkan kinerja dan pembelajarannya serta hal yang akan Anda lakukan untuk mendukung dan melatih mereka menuju tujuan mereka. Setelah review meeting, ada baiknya Anda meminta laporan langsung untuk mengirimkan email dari tindak lanjut yang merangkum langkah selanjutnya dan menjadwalkan rapat beberapa bulan ke depan untuk memonitor progress. Ini juga sangat bermanfaat untuk meminta umpan balik setelah meninjau rapat untuk menanyakan laporan langsung Anda apa yang akan membuat umpan balik dan diskusi lebih bermanfaat bagi mereka.

Mempersiapkan dan memberikan ulasan kinerja yang efektif adalah tindakan penyeimbang yang rumit. Tidak ada yang mendapatkan semua itu benar sepanjang waktu, dan setiap orang salah beberapa dari beberapa waktu. Idealnya, dengan berjuang untuk keseimbangan, mendekati latihan dengan cara yang terbuka dan sadar, dan mendapatkan umpan balik tentang tinjauan sebelum dan sesudah hal itu terjadi, para manajer dapat memberikan tinjauan efektif yang memperbaiki kinerja individu, tim, dan organisasi. Manajer terbaik selalu berusaha untuk lebih baik memberikan ulasan kinerja dan umpan balik, dan terbuka untuk menerima umpan balik yang memungkinkan mereka melakukan suatu perbaikan.

Reference:


https://hbr.org/2016/06/the-key-to-performance-reviews-is-preparation by Ben Dattner



Magnatransforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magnatransforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118

Tujuan utama dari kaling syariah ini adalah untuk mereka berinvestasi kavling kampung kurma cirebon untuk membantu membangun peradaban Islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an dari pesantren tahfidz di sana, mewujudkan kemandirian umat dengan mengentaskan kemiskinan di sekitar lokasi.Tentu saja sebagai sebuah lingkungan hunian yang nyaman dan aman, kavling kampung kurma cirebon ini akan dibekali dengan berbagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan-kegiatan yang positif, yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga anda.



Read More »

Pemodelan Proses Bisnis Dengan BPMN

0 comments
Pemodelan proses menggambarkan alur dari aktivitas bisnis dari sebuah perusahaan. Tujuan dari pemodelan ini adalah membantu pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut, mengerti dan memahami setiap langkah dari proses tersebut, sehingga perusahaan dapat mencapai keuntungan yang maksimal dari pemodelan proses.

Dalam pemeodelan bisnis proses, metode yang digunakan dalam menggambarkan setiap alur proses harus dapat dimengerti oleh setiap pihak yang terkait dengan proses tersebut. Alur proses harus digambarkan dengan jelas agar tidak terjadi persepsi akan suatu proses yang berbeda.

Untuk menggambarkan peta yang pertama yaitu peta bisnis proses, perlu dipahami bahwa yang digambarkan ialah kegiatan-kegiatan yang ada di dalam organisasi tersebut beserta dengan hubungan-hubngannya. Departemen atau unit kerja tidak boleh digambarkan dan juga menjadi landasan pembuatan alur proes, dikarenakan dapat terjadi duplikasi proses antar departemen, sehingga membuat peta bisnis proses tidak menggambarkan proses-proses yang sebenarnya terdapat dalam sebuah organisasi.

Dalam menggambarkan model proses bisnis dikenal sebuah metode atau tool yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam menggambarkan proses-prosesnya. Metode itu disebut dengan Business Process Model and Notation atau yang dikenal dengan BPMN. BPMN adalah standar untuk pemodelan proses bisnis yang menyediakan notasi grafis untuk menentukan proses bisnis dalam Proses Bisnis Diagram, didasarkan pada teknik flowchart sangat mirip dengan diagram aktivitas dari Unified Modeling Language (UML). Tujuan dari BPMN adalah untuk mendukung manajemen proses bisnis, baik untuk pengguna teknis dan pengguna bisnis, dengan menyediakan notasi yang intuitif untuk pengguna bisnis, namun dapat mewakili proses yang kompleks.

BPMN juga digunakan untuk menggabungkan proses bisnis dengan teknologi informasi. Dengan adanya BPMN diharapkan, pengguna dapat mengerti secara keseluruhan mengenai alur-alur proses karena digambarkan secara sederhana dengan simbol-simbol yang mudah dimengerti.

Di dalam BPMN terdapat beberapa elemen yang mendasari dari metode ini,

1. Flow Objects
Events, Activities (Aktitivitas otomatis / manual), Gateways
2. Connecting Objects
3. Swim Lanes
4. Artefacts

Dalam menuliskan proses menggunakan BPMN, beberapa simbol dasar yang dapat dipakai adalah seperti berikut


Gambar 1. Simbol BPMN
Sumber google.com

Dibawah ini merupakan contoh sebuah proses yang menggunakan model BPMN

Gambar 2. Proses dengan BPMN


Seiring berkembangnya teknologi informasi, BPMN erat dengan penggunaan software sehingga muncul istilah yang disebut process automation. Process Automation atau proses otomatisasi merupakan sebuah langkah menggabungkan antara software dengan proses. BPMN mengambil peran dengan menggambarkan proses yang dapat dimengerti oleh software dan juga manusia yang akan menjalankan proses tersebut.

Dengan adanya BPMN diharapkan proses bisnis dapat digambarkan, dimengerti dan dieksekusi dengan baik oleh pengguna. Contoh lain penggunaan BPMN dalam penggambaran proses bisnis seperti gambar 3


Gambar 3. Proses Kolaborasi
Sumber: Object Mangement Group

Dalam menggambarkan proses, BPMN memfasilitasi berbagai macam proses yang kompleks. Seperti di gambar 3, BPMN dapat menggambarkan dua proses yang menggabungkan antara proses yang dilalui pasien dan yang proses yang harus dilakukan oleh dokter. Dengan BPMN penggambaran dua proses tersebut dapat digabungkan dengan notasi-notasi yang dimiliki oleh BPMN.

Gambar 4. Simbol BPMN
Sumber google.com

Dengan adanya metode BPMN ini, pemodelan proses dalam suatu organisasi dapat disusun berdasarkan suatu simbol atau bahasa yang mudah dimengerti dan dapat dieksekusi dengan menggunakan aplikasi bisnis proses.

Software-software yang dapat digunakan untuk mengeksekusi proses bisnis dengan notasi BPMN adalah Progresia. Software ini berfungsi dalam menjalankan setiap langkah aktivitas yang perlu dilakukan.

Dalam menggambarkan proses tersebut, dapat dilakukan dengan mudah, karena menggunakan fungsi drag and drop, sehingga pengguna hanya perlu memilih dan menaruh di kanvas yang ada. Kemudian, pengguna dapat memahami dan mengeksekusi proses tersebut sesuai dengan apa yang digambarkan.


Gambar 5. BPMN dalam Progresia


Magna Transforma Consulting Group sebagai perusahaan konsultansi bidang manajemen, memiliki banyak pengalaman dalam membantu organisasi dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perbaikan proses kerja. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik mulai dari penyusunan strategi hingga proses implementasi di tingkat operasional dan audit untuk menemukan perbaikan. Jika ada hal yang ingin anda diskusi dengan kami, silahkan jangan segan untuk menghubungi Magna Transforma Consulting Group. www.magnatransforma.com / 021. 29022118

Tujuan utama dari kaling syariah ini adalah untuk mereka berinvestasi kavling kampung kurma cirebon untuk membantu membangun peradaban Islam, melahirkan generasi-generasi penghafal Qur’an dari pesantren tahfidz di sana, mewujudkan kemandirian umat dengan mengentaskan kemiskinan di sekitar lokasi.Tentu saja sebagai sebuah lingkungan hunian yang nyaman dan aman, kavling kampung kurma cirebon ini akan dibekali dengan berbagai fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan-kegiatan yang positif, yang bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga anda.


Read More »